3.1K
"Pelajaran apa yang paling kalian suka?" Niken kecil selalu menjawab: “Menggambar!”

Setiap kita pasti memiliki jawaban tersendiri ketika diingatkan kembali tentang mata pelajaran apa yang paling kita sukai. Mata pelajaran yang bisa membuat kita bersorak kecil kala mempersiapkan buku-buku untuk hari esok sembari melihat jadwal pelajaran yang melekat di meja belajar.

Mata pelajaran yang berkenaan dengan menggambar tak pernah mendapat penolakan sedetik pun dari saya sebagai murid ketika kegiatan pembelajarannya berlangsung. Tidak peduli sejelek apapun hasil gambar saya pada waktu itu, saya tetap mencintai proses dan hasilnya.

Karya saya, begitu saya memberi penghargaan hasil usaha diri sendiri pada kertas-kertas tersebut.

Apapun yang tergambar, ruas jari tangan yang terkadang seperti pisang-pisang dalam tandan, membuat hidung mancung teman-teman saya menjadi lebih “sederhana” dalam sketsa mereka yang saya buat, dan malpraktik lain--acap kali saya lakukan dalam karya-karya saya.

Tidak peduli berapa banyak malpraktik yang akan kembali saya ulang, saat bicara mengenai karya saya, saya punya impian tersendiri. Saya ingin terus menggambar. Menggambar segala hal yang saya lihat, saya rasa. Impian untuk menggambar undangan pernikahan saya sendiri, someday. Membuat gambar di masa depan untuk media mendongeng anak-anak saya sebelum tidur.

Cara saya dalam menggambar pun, ternyata dapat berbalik menggambarkan siapa saya.

Saya merasa berkenalan (mendalam) dengan diri sendiri lewat step by step menggambar hingga kertas-kertas tersebut selesai saya eksekusi. Tentang renjana untuk memulai goresan pertama yang lebih banyak muncul ketika suasana terlampau sedih atau terlampau bahagia.

Saya jadikan menggambar sebagai taman bermain dikala hati terlampau pilu, dan menggambar sebagai obat penenang ketika hati terlampau gembira: saat jatuh hati misalnya.

Tentang keinginan teman dekat untuk dibuatkan sketsanya, saya bingung jika sudah diminta seperti itu. Bukan, bukan saya egois, tapi bagi saya menggambar harus dilakukan karena memang saya yang menginginkannya, bukan karena tuntutan orang lain.

Begitu pula dengan hidup yang saya jalani.

Daripada mengikuti tuntutan sana-sini, saya lebih suka membuat prinsip bagi diri sendiri: dari saya, oleh saya, untuk saya.

Tentang warna-warni pada karya saya?

Begini, saya suka mejikuhibiniu dan gradasi lainnya, tapi untuk bermain bersama mereka dalam karya saya, jujur saya masih takut. Bukan takut pada gradasi warnanya, tetapi ketakutan saya yang belum berani memilih gradasi mana yang saya percaya untuk melengkapi karya saya.

Begitu juga yang saya berlakukan pada hidup saya.

Tetapi dari semua itu, lewat menggambar saya belajar untuk melihat dan mengenal diri saya lebih dalam. Tentang bagaimana menemukan kenyamanan untuk memulai segala sesuatu yang ingin saya lakukan, dan melakukannya dengan versi terbaik saya: belajar dari ketakutan dan berani memberi warna kehidupan yang terbaik untuk diri saya sendiri. Tak lupa saya bagikan juga secercah warna untuk orang-orang di sekitar saya.

Dan hidup memang digambarkan begini rupa.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tentang Menggambar Siapa Saya". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Niken Kusumaningtyas | @nikenkusumaningtyas

share my words to the world, then (maybe) someday could inspire and touching more hearts.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

Hari Libur Nasional 2018