10.5K
Hargai mereka yang membuat hatimu terasa hangat setiap hari.

Love your partner.

Ya, kata-kata ini mungkin tak asing untuk kalian. Juga untuk saya. Karena hal inilah saya memutuskan menulis artikel ini, berdasarkan apa yang saya alami. Saya percaya, semua pasangan idealnya saling menghargai, memercayai, terbuka, dan memaafkan. Pengalaman saya mengajarkan bahwa semua ini esensial dalam menjaga dan merawat sebuah hubungan.

Mengapa?

Menghargai pasangan menyenangkan kedua belah pihak. Kita teringat betapa kita menghargai kualitas-kualitas yang ada dalam diri pasangan, dan pasangan pun merasa bahwa apa yang ia lakukan berarti bagi kita. Jika tak ada kepercayaan, hubungan akan selalu diwarnai curiga dan salah paham. Jika tak ada keterbukaan, hubungan akan terasa mengekang dan menekan. Tanpa maaf, sulit sekali hubungan bisa terus dirawat dan berkembang, karena tiap pribadi tak lepas dari kesalahan.

Saya--dari pengalaman, tahu bahwa masa pacaran memang manis. Kita pun menampilkan citra diri yang terbaik di depan pasangan. Setelah menikah, ada kecenderungan bahwa kita merasa sudah 'aman'. Sudah sah memiliki, lalu bisa berperilaku semena-mena. Kita merasa tak perlu lagi ada kata-kata manis, tak perlu lagi menampilkan sisi diri yang terbaik, tak perlu lagi 'berjuang' demi hubungan yang sekarang sudah memiliki keterikatan secara hukum.

Saya rasa, hal ini juga bergantung pada sudut pandang kita. Ada sebagian dari kita yang melihat pernikahan sebagai tujuan. Ketika sudah menikah, kita merasa sudah 'sampai' di tujuan dan tak perlu melakukan apa-apa lagi. Sementara, ada sebagian yang melihat pernikahan sebagai awal--sebagai tempat kapal yang tertambat dilepas untuk mengarungi samudera. Justru pernikahan menjadi awal perjalanan yang perlu dilakoni dengan hati-hati dan sungguh-sungguh.

Untuk saya, yang terpenting adalah berikhtiar untuk mencari pasangan yang juga memiliki visi yang sama dengan kita. Pasangan yang bisa menghargai, memercayai, terbuka, dan memaafkan kita. Sekaligus, dalam masa ini, adalah waktu bagi kita untuk menjadi pasangan yang baik: pasangan yang juga bisa menghargai, memercayai, terbuka, dan memaafkan.

Tak ada dua pribadi yang sempurna, atau hubungan yang sempurna, tapi ada pasangan-pasangan tak sempurna dalam hubungan tak sempurna yang mencoba menjalani hubungan mereka dengan sungguh-sungguh; dan tak pernah berhenti menjadi pribadi yang lebih baik. Yang ada hanyalah pasangan-pasangan tak sempurna dalam hubungan tak sempurna yang mau bekerja merawat hubungan mereka agar lebih solid, lebih penuh kasih, lebih membahagiakan bagi keduanya.

Jangan lupa juga untuk berdoa agar kita dan pasangan selalu diberikan petunjuk dan perlindungan. Meski tak ada pasangan yang sempurna dan hubungan yang sempurna, cinta tak seharusnya menyakiti. Maka, berjanjilah pada diri sendiri untuk tak menyakiti pasangan, baik secara verbal maupun non-verbal seberapa marah maupun sedihnya kita. Dan berjanjilah juga untuk tak menyakiti diri sendiri--dengan tetap tinggal dalam sebuah hubungan bersama pasangan yang berkali-kali menyakiti kita.

Ketika kita tak bahagia, sebuah hubungan pun akan menderita. Dan kita, sebagaimana juga pasangan, berhak untuk bahagia; untuk merasa damai dan tenang dalam menjalani hidup. Pesan saya hanya satu: ingat selalu hal itu dalam menjalani hubunganmu.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tak Ada Pasangan yang Sempurna; atau Hubungan yang Sempurna.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Velia Gho | @veliagho

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar