1.7K
Aku memafkanmu karena telah membuat kesalahan. Kita telah belajar dari berbagai masalah yang ada, dan mulai melangkah maju menjadi lebih baik.

Dear Self,

Kita telah melalui jalan yang cukup panjang bersama-sama. Banyak hal yang tidak mudah bagi kita, tapi kita bertahan dan berhasil melewatinya dengan baik. Secara keseluruhan, aku dan kamu terlalu sering kasar satu sama lain. Kita tidak saling membantu namun tanpa kita sadari banyak orang yang membantu membimbing kita dalam mengambil keputusan yang sehat.

Aku memaafkanmu karena telah membuat kesalahan. Kita telah belajar dari berbagai masalah yang ada, dan mau mulai melangkah maju menjadi lebih baik. Disamping semua masalah yang kita, aku sangat mencintaimu sebagaimana kamu adanya sekarang.

Kamu adalah orang yang hebat.

Kamu juga seseorang yang dicintai. Banyak orang ingin berada di dekatmu. Kamu tentu hebat dan tulus kepada semua orang. Kamu juga pendengar yang baik. Mau dan rela meluangkan waktumu untuk membantu siapapun.

Kamu perempuan cantik di dalam maupun luar. Jangan pernah mengubah apapun karena kamu sudah hebat seperti dirimu sekarang. Selalu luangkan waktu untuk menghargai diri kamu sendiri dan lakukan apa yang kamu cintai. Ingatlah untuk mendengarkan dirimu sendiri dan jagalah dirimu sendiri sebaik-baiknya. Kamu harus selalu mementingkan kebahagianmu sendiri dan tentukan batasan yang paling sehat untuk diri sendiri, dan patuhilah apa yang telah kamu putuskan.

Kamu cantik dan percayalah semua akan baik-baik saja. Jangan lupakan itu; terutama apabila keadaan terlihat menakutkan dalam hidupmu. Ambil napas dalam-dalam, lalu ambil satu langkah ke depan. Dan jangan lupa untuk selalu tersenyum.

Aku sayang kamu!

Salam hangat,

Dirimu sendiri.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Surat untuk Kamu: Diriku Sendiri.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Diyan Purwantini | @dyanamatir

depression survivor, pecinta kopi dan pengejar senja, menulis merupakan terapi memahami diri sendiri.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar