1.2K
Jika ada bagian diri saya yang tak terlalu saya sukai, saya harus mengatakan bahwa bagian itu adalah rambut saya.

Saya mencintai sekaligus membenci rambut saya dengan takaran yang hampir sama. Gumpalan rambut saya yang besar dan mengembang seperti memiliki pikiran mereka sendiri dan tidak mudah dijinakkan. Kelembaban di Jakarta membuat mereka semakin parah.

Ini memang berkebalikan dengan semua yang dikatakan guru-guru pengembangan diri yang saya ikuti selama bertahun-tahun: self-love. Jika ada bagian diri saya yang tak terlalu saya sukai, saya harus mengatakan bahwa bagian itu adalah rambut saya.

Keluarga tidak banyak membantu proses pribadi saya untuk menerima kondisi rambut alami saya. Saya ingat, salah satu bibi saya membuat komentar tentang untaian rambut saya. Dia berkata, "Rambut kamu membuat kepalamu kelihatan besar."

Menengok masa itu, saya yakin bibi saya tidak bermaksud jahat dengan mengatakannya, namun sebagai orang yang berperasaan lembut, saya memasukkan kata-kata bibi saya ke dalam hati. Saya pikir, pasti ada sesuatu yang benar-benar salah dengan saya.

Ibu mencoba membantu sesekali dengan mengeringkan rambut saya memakai hair-dryer,ketika saya masih remaja. Saya tidak begitu menyukai hasilnya.

Saya tidak tahu banyak soal kecantikan sama sekali, sampai saya masuk Universitas. Suatu hari, saya pergi ke Brisbane, untuk mengunjungi saudara kembar perempuan saya yang sedang belajar di sana. Dan di sana pula, saudara saya dan kawan-kawannya belajar tentang bagaimana jemari ajaib seorang penata rambut bisa membuat kita terlihat keren. Mereka biasa pergi mencoba salon rambut yang berbeda-beda untuk mencari penata rambut terbaik dan paling cocok untuk mereka. Masing-masing memiliki salon favorit mereka sendiri.

Sejak saat itu, blow dry menjadi sangat penting agar saya dapat memiliki rambut elegan yang terlihat ramping secara alami. Jenis rambut yang selalu saya idam-idamkan! Blow dry yang dilakukan profesional adalah yang paling sempurna, namun bisa mengeringkan rambut sendiri juga menjadi keterampilan yang harus dimiliki: yang bisa menghemat uang, waktu, dan mempercantik penampilan!

Saya memang pernah mencoba meluruskan rambut liar saya dua kali, dibujuk oleh penata rambut saya. Meski bisa menghemat waktu karena saya tidak perlu menghabiskan satu jam blow drying setelah mencuci rambut, saya tidak pernah meluruskannya lagi sejak 13 tahun yang lalu.

Rambut liar saya yang seperti Simba ternyata terlalu lemas dan kehilangan volume-nya sehingga tak lagi mampu menyeimbangkan tulang rahang saya yang menonjol. Saya juga tak bisa menyingkirkan rambut kimiawi saya yang terlalu lurus dan lemas hingga saya menumbuhkan rambut baru.

Produk rambut di pasaran juga tidak membantu.

Hampir semua produk memuat ​penghinaan yang sama: "Rambutmu perlu diperbaiki!"

Mereka menggunakan ungkapan-ungkapan seperti: "Anti-keriting!", "Hentikan!", "Lawan!", "Jinakkan!", "Perangi!", "Singkirkan!", "Ubah", "Sembuhkan!", "Kontrol!", dan masih banyak lagi. Sepintas, janji-janji untuk 'menyembuhkan' keliaran rambut dan meningkatkankepercayaan diri saya ini terdengar hebat. Tapi, di baliknya, semua itu merupakan kritik atas penampilan alami saya.

Satu jam saja berkeliaran di bagian rambut Sephora sudah bisa membuat saya pusing. Sama seperti artikel online yang berbicara tentang rambut. Semuanya memberi tip ala penata rambut ternama Vidal Sasoons untuk melawan atau mengendalikan rambut alami saya. Akhirnya, saya malah merasa lebih tidak percaya diri setelah membaca semuanya. Bayangkan seperti apa perasaan saya jika harus terus terpapar pada hal-hal semacam ini seumur hidup.

Ketika saya menghabiskan lebih banyak waktu berolahraga--karena mengajar Pilates, saya mulai belajar merangkul keriting saya. Alih-alih melawan, saya menemukan cara untuk memperindahnya.

Saya belajar menjaganya tetap sehat dengan perawatan​ ​sederhana menggunakan produk​ ​bebas SLS dan​ ​paraben, handuk mi​c​rofiber, dan perawatan kulit kepala dengan minyak esensial sesekali. Saya ​mengeringkannya setelah ​dicuci, seringkali tanpa​ menambahkan​ produk rambut​ lain​. Tanpa folikel yang tidak ​mendistribusikan kelembaba​n secara merata, rambut​ saya​ ​ke​hilang​an​ ​gelombang ​dan volume​-nya,​ yang membuat​ saya merasa menjadi saya.

​Dengan mulai berkata baik kepada rambut saya--dan merawatnya dengan baik, saya akhirnya berdamai dengan keriting saya.​


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pergulatan Saya dengan Keriting dan Mencintai Diri Sendiri". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Vita Natassa | @vitanatassa

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar