3.2K
Tertekan. Beban rasa yang sulit dihindari oleh siapapun.

Setiap orang pasti pernah merasa tertekan. Untuk menghadapinya pun banyak cara yang sudah dilakukan. Salah satunya adalah dengan menjalani "healing process" atau proses penyembuhan.

Dalam hidup, keselarasan antara jiwa dan raga merupakan hal yang penting. Namun, entah disadari atau tidak, kita seringkali lupa jika selain raga, jiwapun butuh waktu untuk beristirahat.

Untuk itulah kita memerlukan asupan yang dapat membuat jiwa kita kembali menjadi baik.

Sakit hati dan banyak pikiran merupakan hal-hal yang menyebabkan jiwa kita kelelahan. Sehingga seringkali kita menjadi tidak tenang, susah untuk bahagia, sedih yang berkepanjangan, bahkan sampai sulit tidur yang akhirnya berdampak juga pada kelelahan fisik.

Saat seperti inilah, proses penyembuhan atau "healing time" sebaiknya mulai dijalani. Tidaklah sulit menjalani proses ini. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan sederhana, mulai dari liburan, berkumpul dengan keluarga, menghabiskan quality time dengan orang terdekat, atau sekadar menyepi.

Untuk menjalani liburan, memang dibutuhkan usaha lebih. Mulai dari tujuan untuk berlibur sampai budget yang harus disediakan. Namun setidaknya, hal ini dapat mengalihkan diri kita sejenak dari kepenatan karena tekanan yang kita alami. Dan berlibur tak perlu jauh-jauh. Yang terpenting adalah kualitas waktu yang dihabiskan untuk melepas penat dan menyenangkan diri sendiri selagi mengistirahatkan badan, hati, dan pikiran.

Jikalau budget tidak memungkinkan, kita bisa selalu memulai kembali dari keluarga dan 'berlibur' di rumah. Dengan menghabiskan waktu dengan keluarga dan melakukan hal-hal menyenangkan bersama di rumah, hal-hal yang tadinya berat bisa menjadi terasa lebih ringan. Ketika mulai berinteraksi dengan keluarga atau orang-orang yang kita cintai, kita menciptakan ruang bagi jiwa untuk bisa lebih leluasa bernapas.

Curhat juga bisa menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan. Menumpahkan kekesalan atau ketidaknyamanan yang dirasakan, biasanya menjadi senjata paling ampuh untuk bisa meringankan hati yang lelah. Tapi hati-hati juga memilih teman untuk dijadikan tempat mencurahkan isi hati, ya. Pastikan bahwa siapapun teman curhat kita punya sikap yang positif dan merupakan pendengar yang baik.

Jika segala cara di atas masih tak terasa meringankan, mungkin menyepi merupakan cara yang tepat demi mengembalikan kepositifan dalam diri. Mulailah dengan "berbicara dengan diri sendiri"--untuk kembali menjadikan diri sendiri sebagai teman curhat yang baik. Pantai, gunung, atau bahkan mungkin hanya di kamar, tempatnya tak jadi masalah. Yang utama adalah kenyamanan dan kesempatan untuk sungguh-sungguh menghabiskan waktu bersama diri kita sendiri tanpa diganggu. Tidak egois, kok, jika kita mengambil waktu yang dibutuhkan diri sendiri sebelum nantinya kita kembali menghabiskan waktu untuk orang lain.

Proses penyembuhan dan 'rehat' ini penting bagi diri kita--karena tekanan dan beban yang terlalu berat dan berlebihan jika dibiarkan berlarut hanya akan merugikan kesehatan diri kita; juga memengaruhi hubungan kita dengan orang-orang yang kita cintai. Jadi, kapan kita akan mengambil waktu 'rehat' dan menyembuhkan diri sendiri ketika penat dan beban mulai terasa kian berat untuk terus disandang?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pentingnya Healing Time--Proses Menyembuhkan Diri.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Poetoe MadSu | @poetoemadsu

Seorang wanita yang berusaha menggapai mimpinya dengan berbagi kisah tanpa harus melepaskan harapan untuk merasakan arti hidup yang sesungguhnya. Hidupku hidupmu. Tanpa bermaksud saling mematikan rasa.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar