3.2K
Jangan hanya karena keinginan melegakan perasaan, kita malah membebani perasaan orang lain.

Suka atau tidak, dalam hidup, kita akan dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dan ketika dihadapkan dengan pilihan, tentunya ada keputusan yang harus kita ambil: keputusan yang akan menentukan ke arah mana dan seperti apa hidup kita berjalan nantinya.

Satu hal yang saya pelajari selama hidup adalah ini: jangan biarkan rasa sesal menghantui keputusan apapun yang sudah kita ambil. Terlebih jika setelahnya kita mengeluhkan konsekuensi keputusan itu--membuat keputusan yang sudah kita ambil terasa percuma.

Mengeluh mungkin merupakan hal yang sangat manusiawi, namun jika dilakukan secara terus-menerus, tanpa disadari mengeluh hanya melukai diri sendiri, membuat kita meragukan kapasitas diri dalam membuat pilihan, dan melelahkan orang-orang terdekat kita yang harus mendengar keluhan-keluhan ini. Mereka yang awalnya bersimpati dengan keluhan kita, pada akhirnya sering menjadi kesal bahkan muak dengan curahan hati yang sepertinya tiada berujung.

Jangan hanya karena keinginan melegakan perasaan, kita malah membebani perasaan orang lain. Meminta perhatian 'lebih' dari sekitar dikarenakan kita menempatkan diri sebagai korban atas konsekuensi dari keputusan yang telah kita ambil. Hal ini bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

Orang-orang sekitar lama-kelamaan akan lelah ketika harus berhadapan dengan kita yang mengadopsi sudut pandang seorang 'korban'. Lama-kelamaan, mereka akan merasa terkuras energinya, dan masukan atau perhatian yang mereka berikan dapat berhenti--hingga akhirnya kita malah berakhir sendirian.

Setiap keputusan, pada akhirnya akan memberikan dampak bagi kehidupan kita. Ini adalah konsekuensi dari setiap keputusan yang kita buat. Apakah nantinya dampak tersebut dirasakan baik atau buruk, kita tetap harus menjalaninya.

Yang utama, adalah berusaha untuk menerima keputusan tanpa harus menyesal atau berkeluh-kesah secara berkepanjangan. Jika dirasa dampak keputusan kita tak sebaik yang diinginkan, kita bisa, kok, melakukan koreksi dan perbaikan.

Mengeluh saja juga tak akan membuat keadaan jadi lebih baik, kan? Dan jika terus mengeluh, kita jadi lebih lama terus berkutat dengan masalah dan ketakpuasan yang sama. Jadi, jangan sesali keputusan yang telah kita ambil. Oleh karenanya, ambil keputusan dengan pemikiran yang matang, dengan tidak terdesak oleh luapan emosional.

Pastikan diri berada dalam kondisi jernih ketika mengambil keputusan, dan tanyakan pada diri: apakah keputusan yang saya ambil ini adalah keputusan yang didasarkan akan rasa hormat dan kasih-sayang pada diri, ataukah didasarkan pada rasa takut, rasa marah, atau malah hawa nafsu semata?




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Memutuskan Tanpa Mengeluh.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Poetoe MadSu | @poetoemadsu

Seorang wanita yang berusaha menggapai mimpinya dengan berbagi kisah tanpa harus melepaskan harapan untuk merasakan arti hidup yang sesungguhnya. Hidupku hidupmu. Tanpa bermaksud saling mematikan rasa.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar