4K
Sesaat sebelum tidur, saya manggut-manggut. Mungkin kita tak akan berubah jika tak merasa punya cukup cinta untuk berubah.

Saat mengunjungi keluarga, salah satu hal paling lumrah yang kita lakukan tentunya berbincang. Sama halnya ketika kemarin malam saya numpang menginap di rumah salah satu kerabat keluarga di ibu kota. Obrolan akan dimulai dari hal-hal remeh-temeh sehari-hari hingga curhat tentang sang keponakan.

Kakak sepupu saya tengah mengeluh. "Iya nih bandel banget. Batu. Dibilangin juga nggak pernah mau berubah...”

Sang keponakan hanya diam saja sambil matanya tak lepas dari layar kaca poselnya. Omelan lama yang selalu berulang ketika saya tiba di sini. Hal itu lebih merupa luapan perasaan untuk didengar ketimbang ditanggapi. Maka saya hanya berkomentar seperlunya dan tersenyum sembari menepuk-nepuk pundak sang keponakan.

Sekelebat, pemikiran baru terbersit ketika saya memegang layar ponsel dalam gelapnya kamar, dalam posisi tiduran. Saya tersenyum. Kebiasaan kecil nan buruk begini juga sering disuarakan Ibu dulu. “Lia, jangan membaca sambil tidur, nanti matanya rusak.” Tak berbeda dari keponakan, saya tak pernah menggubrisnya terlalu lama. Menelungkup sesaat lalu kembali tiduran.

Saya melongok ke kasur, ke arah sang keponakan yang kamarnya saya tumpangi. Tak berbeda, dia masih lekat dengan layar ponselnya dalam gelap. Kali ini, saya coba mengingatkannya. “Kei, telungkup aja. Kalau tiduran sambil baca matanya kerja lebih berat,” ucap saya mengingatkannya dan diri sendiri.

Dia tersenyum sambil menjawab, “Oh, gitu. Oke, Aunty."

Sesaat sebelum tidur, saya manggut-manggut. Mungkin kita tak akan berubah jika tak merasa punya cukup cinta untuk berubah. Perasaan memiliki dan menghargai, entah itu akan kesehatan tubuh, mata, kesehatan dalam hubungan, dan lain sebagainya, adalah hal-hal yang sebenarnya mendorong kita untuk berubah. Meninggalkan kebiasaan buruk karena ada kecintaan yang lebih besar terhadap kebaikan yang akan datang dari kebiasaan baik.

Maka, seberapa sayang dirimu pada diri sendiri dan orang lain, akan terlihat jelas dalam kebiasaan-kebiasaan kecil sehari-harimu. Seberapa banyak kebiasaan kecil yang menunjukkan cintamu pada diri?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kebiasaan Merupakan Cerminan Cinta Pada Diri: Apa Kebiasaanmu?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Natalia Oetama | @Natalivy

Pecinta senja, pengamat langit, petualang hidup, penyuka gerimis, penggemar puisi. Baginya menulis itu terapi agar tetap waras dari pesta pora di kepala.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar