3.7K
Karena jika kita tak mencintai diri sendiri, siapa lagi yang akan melakukannya?

Beberapa waktu terakhir ini, saya banyak meluangkan waktu untuk berkencan dengan diri sendiri. Ya, saya sendiri: orang yang masih terus belajar mencintai dan merangkul dirinya sendiri. Kata siapa berkencan hanya milik mereka yang punya pasangan? Bukankah diri sendiri juga bisa jadi teman kencan yang baik?

Berkencan dengan diri sendiri, buat saya, adalah tentang melakukan hal-hal yang tak nyaman saya lakukan sendirian pada hari-hari biasa: saya merapikan diri dan berdandan, makan malam sendirian di restoran kesukaan saya, dilanjutkan menonton bioskop ditemani sekotak popcorn ukuran besar.

Tentu, awalnya saya merasa canggung. Merasa sangat sendirian. Merasa cemas akan apa yang dipikirkan orang-orang. Apakah mereka mengasihani saya? Tapi, rasa tak nyaman itu lama-lama memudar. Saya semakin menikmati malam kencan saya dengan diri saya sendiri. Ternyata berteman diri sendiri tak buruk-buruk amat.

Lagipula, jika kita tak mencintai diri sendiri, siapa lagi yang akan melakukannya?

Bergantung pada orang lain untuk menemani saya berkencan dan membuat saya bahagia mungkin malah akan membuat saya kecewa. Tapi, jika saya mengambil sebagian kecil waktu dan memberikannya secara baik pada diri sendiri, ternyata saya bisa membuat diri merasa dicintai. Saya mengaktifkan mode diam pada ponsel, mengabaikan pesan masuk, dan hanya berfokus menghabiskan waktu dengan diri sendiri (seperti yang biasa saya lakukan pada saat berkencan dengan orang lain).

Lucunya, perlahan-lahan saya menemukan ketenangan batin--sesuatu yang selama ini biasanya saya gantungkan pada orang lain. Kesenangan-kesenangan kecil yang membuat diri bahagia, seperti berdandan rapi, makan di restoran, nonton film di bioskop... ternyata bisa saya nikmati bahkan tanpa pasangan.

Malam-malam berkencan dengan diri sendiri ini membantu saya memahami bahwa hanya saya sendirilah yang memiliki kekuatan untuk berbahagia. Dan saya juga bisa berbahagia, meski sedang bersendiri. Karena terkadang kita lupa merawat teman terbaik yang kita miliki: diri sendiri.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Kapan Terakhir Kali Kamu Berkencan dengan Diri Sendiri?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Diyan Purwantini | @dyanamatir

depression survivor, pecinta kopi dan pengejar senja, menulis merupakan terapi memahami diri sendiri.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

Thanks Motivasi Kerja