3.5K
Beberapa orang suka ketika disukai. Beberapa lainnya tak nyaman dibuatnya.

Bagi sebagian orang, mendapat pengakuan cinta dari orang lain mungkin menjadi suatu kebanggaan tersendiri. (Mungkin) menjadi semacam kemenangan. Menang karena berhasil menyusup di pikiran seseorang setiap saat, mengganggu sebelum tidur, hingga tanpa permisi bertamu pada mimpi seseorang, atau bahkan mengisi tiap rongga dadanya. Terdengar manis.

Tapi tidak bagi saya. Dicintai seseorang malah akhirnya menjadi beban. Bagaimana bisa?

Ketika seseorang jatuh cinta, perasaan, pikiran, serta tindakannya bagaikan terkendali untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang tak biasa. Segala macam usaha yang pada akhirnya menjurus pada aksi heroik dilakukan demi mengesankan sang pujaan. Siang-malam, doa dan harapan diuntai sebisa mungkin hingga menjerat hati kekasihnya. Makan teringat dia, tidur teringat dia, notifikasi ponsel yang ditunggu-tunggu hanya kemunculan namanya. Aduhai, begitulah ketika kita sedang dimabuk cinta!

Menerima perasaan manis tersebut tentu menjadi beban tersendiri; hanya jika hati sudah menolak. Hendak diterima tapi tak bisa, ditolak tapi tak sampai hati mengatakannya. Membayangkan benih kasih yang dirawat dan dibesarkan dari waktu ke waktu, kemudian seketika porak-poranda dalam hitungan detik? Ah. Tak ada hati memang, tapi bukankah masih ada (hati) nurani untuk tetap menghargai perasaan seseorang?

Saya peluk tubuh saya sendiri, dan dari hati saya katakan.

“Pagi tidak selalu disambut senyum mentari, pun malam tak selalu berhasil bersanding dengan kelip bintang, bukan? Perasaannya tak salah, begitupun perasaanmu yang tak membalas. Mungkin hatinya patah, tapi mereka berhak mendapatkan yang dapat lebih memuliakan. Memang bukan saya, justru karena bukan saya (yang tak dapat membalas sepenuh hati). Maka, mereka akan baik-baik saja dan berbahagia.”

Kemudian hati saya menjadi ringan.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Justru Karena Bukan Saya, Mereka Akan Baik-baik Saja dan Berbahagia.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Niken Kusumaningtyas | @nikenkusumaningtyas

share my words to the world, then (maybe) someday could inspire and touching more hearts.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar