8.7K
Perlukah dalam hidup kita menyenangkan semua orang di sekitar kita? Renungan buat Anda yang saat ini masih dalam proses berusaha menyenangkan semua orang dalam kehidupan Anda

Dalam hidup, seringkali kita merasa bahwa kita memiliki kewajiban untuk menyenangkan semua orang. Apa iya?

Benar atau salah mungkin tergantung pada pengalaman kita secara pribadi. Namun, jika kita melihat ke belakang tentang hal ini, apakah kita merasa nyaman melakukannya? Apakah ketika kita berusaha untuk menyenangkan semua orang kita ikut bahagia juga?

Menyenangkan semua orang sebenarnya sah-sah saja. Dari niatnya saja memang sudahbaik. Namun, yang perlu kita garis bawahi adalah "semua orang". Seringkali kita terlalu terpaku dengan 2 kata ini dan kesulitan ketika berupaya menyenagkan "semua orang". Akan sulit untuk bahagia dengan diri sendiri ketika kita berusaha membahagiakan "semua orang", setidaknya, itu yang saya rasakan.

Terkadang, karena ada tuntutan untuk menyenangkan orang lain, kita rela meninggalkan hal-hal yang kita sukai, atau bahkan yakini, demi membuat orang lain merasa senang atau bahagia karena apa yang kita lakukan. Terkadang ini membuat kita menjadi seperti orang lain. Kita memakai topeng yang dilepaskan hanya ketika kita sedang sendirian (atau ketika ingat!). Ada perasaan seperti dipaksa melakukan sesuatu yang tidak kita sukai--tapi di sisi lain, hal ini membuat orang lain senang.

Jika memang itu yang sedang kita rasakan saat ini, saya hanya bisa berkata. "Cukup, sudahilah hal-hal seperti ini".

Mengapa begitu?

Seringkali, dalam hidup, kita sangat takut akan penilaian dan kritik orang lain. Tidak disukai orang lain adalah sesuatu yang membuat kita gelisah. Apalagi ketika kita sedang berada dalam posisi pemimpin--dan merasa bahwa kita harus menyenangkan dan mengakomodasi kebutuhan semua orang. Padahal, wajar jika ada beberapa orang yang tak menyukai kita, baik untuk alasan personal maupun profesional.

Toh, kita juga tahu bahwa kita tak bisa memaksakan diri sendiri menyukai semua orang. Jika demikian, mengapa kita berusaha sedemikian hebat agar disenangi semua orang? Jika kita menyukai satu hal, kita juga tak bisa memaksa orang lain untuk menyukai hal yang sama. Dan bila ia menyukai hal yang berbeda, maka apakah kita harus melepaskan hal yang kita sukai hanya untuk menjadi sama? Sama dengan siapa? Sama dengan seberapa banyak orang?

Buat saya, saat ini, saya berupaya mendengarkan diri sendiri dan melakukan apa-apa yang terasa nyaman untuk saya, yang membuat saya bahagia. Saya berhenti minta persetujuan orang lain saat hendak melakukan sesuatu. Yang penting, saya melakukannya dengan niat baik. Itu, buat saya, cukup. Tak apa jika orang lain tak menyukai saya, selama saya bisa menyukai diri sendiri dan merasa bahagia dengan pilihan hidup saya. Saya cenderung meminta restu saja kepada orang-orang terdekat, agar pilihan saya dalam hidup bisa membawa dampak baik.

Adakah hal-hal yang kita tinggalkan karena kita takut dicibir dan tak disukai orang lain? Coba sesekali lakukan hal-hal yang kita sukai ini: apakah melukis, hiking, memasak, dan lain sebagainya. Rasakan bagaimana perasaan bahagia kita setelah melakukannya membuat kita menjadi orang yang lebih berbahagia, dan bagaimana ketika kita berbahagia, kita mampu menularkan kebahagiaan itu pada orang lain.

"Disukai semua orang adalah cita-cita yang mustahil terlaksana" - Imam Syafi'i

Mulai sekarang, saya melingkari diri dengan orang-orang yang membuat saya bahagia dengan diri saya sendiri. Orang-orang yang positif dan berdampak baik bagi hidup saya. Saya tak ingin menyesal suatu hari, karena mengorbankan hal-hal yang saya sukai, bahkan impian yang saya yakini, hanya karena merasa takut tak mendapat persetujuan dari orang lain. Saya tahu, hidup semacam ini hanya akan membuat saya jadi orang yang pahit dan gelisah. Saya tak menginginkan itu.

Saya memutuskan fokus pada hal-hal yang saya anggap penting dalam hidup saya. Hal-hal yang bisa membuat saya tersenyum, bahkan ketika saya tengah sendirian.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Haruskah Menyenangkan Semua Orang dalam Hidup Kita?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Faris Nur Fadhilah | @farisnurfadhilah

Passionate in business, digital marketing, and self development

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar