2.3K
Ketika seseorang meneriakimu marah di ranah publik, menunduklah. Dan berdoalah.

Pernah dimarahi di depan umum? Atau tak tahu apa salahnya tiba-tiba disalahkan? Dimarahi dengan teriakan melengking sampai orang-orang mendengarnya.

Apa pikiran kita saat itu? Malu dan marah pasti bercampur. Rasanya sakit sekali tidak tahu apa-apa tapi tiba-tiba dimarahi di depan umum. Mau melawan rasanya tidak sopan. Mau menangis pasti malu. Hanya bisa menahan marah, atau menahan tangis. Akhirnya akan timbul dendam berkecamuk di hati pada orang yang telah memarahi kita.

Dendam tentu tidak baik. Justru bisa menjadi penyakit hati. Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Bersabarlah.

Entah mengapa sabar selalu menjadi kunci kedamaian hati. Jangan bersedih maupun dendam. Tarik nafas dalam-dalam, dan hembuskan perlahan. Sabar dan doakan supaya orang yang memarahi kita sadar, serta tidak melakukan hal yang sama pada orang lain. Doakan supaya orang tersebut juga terhindar dari pengalaman dimarahi di depan publik seperti yang kita alami.

Menunduklah sebagai pengingat. Bahwa kita hanya kecil. Tak harus sombong sekalipun kita benar. Hindarilah untuk menjawab, karena orang yang memarahi kita masih terbawa emosi. Apapun alasan kita membela diri tak akan diterima. Yang ada malah bisa terjadi pertengkaran.

Tetaplah diam dan dengarkan kemarahan itu. Biarkan dia meluapkan semua kemarahannya. Setelah selesai, waktunya kita menata hati. Supaya tetap kuat, tetap tabah, dan sabar. Biarkan teriakan dan makian itu terdengar oleh banyak orang. Dengan diam, orang akan tahu bagaimana posisi kita. Justru, jika kita menjawab dan menaikkan suara, orang lain malah bisa menilai negatif diri kita.

Setelah tenang, barulah kita persiapkan diri. Pastikan orang yang memarahi kita tersebut sudah tidak dalam kondisi emosional yang tinggi lagi. Ajaklah bicara dengan senyuman. Jelaskan duduk permasalahan yang sebenarnya. Jelaskan apa saja pembelaan kita dengan sopan dan halus. Jangan langsung membuat orang itu terpojok apalagi membalasnya dengan melakukan hal yang sama di depan umum. Bicaralah secara empat mata dari hati ke hati.

Jika ia tetap tak menurunkan emosinya, maka mintalah maaf terlebih dahulu. Biarpun dalam hal ini kita tidak merasa bersalah atau tidak tahu apa kesalahan kita. Minta maaflah terlebih dahulu karena orang tersebut harus melewati kemarahan yang demikian besar. Meminta maaf tidak akan menurunkan derajat seseorang.

Jangan bersedih maupun mendendam. Jangan masukkan ke dalam hati. Hadapilah dengan kepala yang dingin dan hati yang lapang. Jangan buru-buru terbawa emosi. Tetap menunduk supaya hati dan pikiran kita tidak termakan kata-kata yang menyakitkan. Menarik nafas dan menghembuskannya perlahan juga membuat suasana hati kita lebih tenang. Dengan hati yang tenang, tentu kita tak akan terbawa emosi untuk melawan. Karena kata-kata yang dimuntahkan dengan amarah hanya akan menyisakan kekecewaan.

Pastikan kita tidak menjawab atau mengelak dari kalimat yang dilontarkan orang yang sedang marah itu. Dengan bersabar dan menahan diri, kita mendapat waktu untuk berpikir secara jernih. Sehingga, semoga kata-kata yang keluar dari mulut kita pun sudah kata-kata yang baik dan tidak menyakitkan.

Kelola hati dengan baik. Jangan sampai menimbulkan sakit hati dan dendam. Biar saja orang itu marah-marah sesukanya. Doakan saja supaya segera menyadari dan mengubah kebiasaan memarahi orang di hadapan umum. Jika kita tak suka dimarahi di depan umum, berjanjilah untuk tak melakukannya kepada orang lain.

Kita bisa menjadi contoh untuknya. Dengan melihat kita yang tetap diam dan seperti menyadari kesalahan, rasa puas akan muncul pada diri pihak yang berseberangan. Emosinya akan turun. Dan ketika kita menjelaskan dengan bahasa yang sopan, dia akan menyadari bahwa kita sama sekali tidak membalas teriakannya. Bahwa setiap masalah dapat diselesaikan tanpa harus buang-buang energi untuk marah.

Semoga, kita juga bisa menjelaskan duduk perkara dengan baik tanpa emosi dan tanpa merusak tali silaturahmi.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Dimarahi di Depan Umum: Jangan Sedih Maupun Dendam.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Widya Sulistya | @widyasulistya

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Eskar Denatara | @eskartdenatara

Bagus sekali... Semoga kita dapat menjadi pribadi yg sabar, yg diamnya kita bernilai emas, yg senyum kita mampu meluluhkan hati saudara kita yg sdg kalut akan amarah.. Senantiasa mjd penyejuk, yg mendamaikan... Yg menentramkan... Insya Allah, amin...