1.2K
Rupanya ada yang belum menyadari betul bahwa kehamilan adalah hal di luar kekuasaan kita.

Kehamilan adalah anugerah? Sepertinya tidak semua orang beranggapan demikian. Ketika melihat wanita hamil dan menggandeng anak balita, berbagai komentar datang menyambut. Ada yang berkomentar menyejukkan, namun banyak pula komentar yang membuat bibir kelu.

Mereka yang percaya bahwa anak adalah anugerah atau rezeki, akan menyambut kehamilan dengan senyum tulus sembari mengucapkan selamat. Namun, tidak semua orang akan melakukan hal yang sama. Banyak orang yang melihat sinis dengan melontarkan pertanyaan yang membuat sakit hati seorang ibu.

“Apa nggak kasihan sama kakaknya yang masih kecil?”

Pertanyaan yang seperti ini hanya akan membuat seorang ibu yang sedang hamil tersenyum getir. Sepertinya orang-orang lupa, bahwa yang mereka tanyakan adalah ibunya. Rasa kasihan dan sayang seorang ibu terhadap anaknya, pastilah melebihi siapapun--termasuk orang yang bertanya.

Jika berbicara perihal KB dan merencanakan keluarga lebih baik, siapa yang tahu? Mungkin semua program sudah pernah dicoba sang ibu dan hasilnya tidak cocok; maka pilihan terakhir adalah KB secara alami. Namun, KB alami juga bukan berarti kurang perencanaan.

Banyak kasus seorang ibu yang tetap hamil meskipun sudah ber-KB. Apa yang terjadi? Kenapa banyak ibu yang tetap bisa hamil meskipun sudah melaksanakan KB? Apakah ada yang salah dengan KB-nya? Apakah adil jika seorang ibu dicap sebagai ibu yang tidak punya rasa kasihan terhadap anak pertama hanya karena jarak kelahiran yang dekat?

Oleh karena itu, jika tak mampu memberi selamat, setidaknya stop nyinyir dan berkomentar tidak baik terhadap ibu dengan jarak kehamilan yang dekat. Tidak perlu menjadi peramal dadakan yang mengatakan bahwa kehidupan mereka akan kerepotan nantinya. Sebab, bukan karena dekatnya jarak kehamilan yang membuat kerepotan.

Betapa banyak ibu yang mempunyai dua balita justru dapat tersenyum lebar, sementara sedikit pula yang hanya mempunai satu anak, namun merasakan kerepotan yang sangat.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bijak Menyikapi (atau Mengomentari) Kehamilan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Mila Fitrina | @milafitrina

Seorang ibu empat jagoan

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

DJP Online Pajak