5.1K
"Kenapa belum hamil, kenapa belum memiliki anak, kenapa dengan kalian?"

Banyak di antara kita yang diam-diam berharap memiliki keturunan. Anak atau buah hati adalah dambaan banyak pasangan suami istri. Memiliki anak tentu menambah kebahagiaan dalam berumah tangga. Anak juga menjadi perekat suami-istri dan keluarga besarnya. Anak bisa mengobati hati yang gundah maupun rasa kecewa. Mengubah penat menjadi senyum menawan. Mengubah amarah menjadi kedamaian. Celotehannya yang riang akan meramaikan rumah yang sunyi.

Namun bagaimana jika sudah menikah membina rumah tangga sekian lama tetapi belum juga dikaruniai keturunan? Usaha sudah selalu dan terus dilakukan. Doa juga tak henti dipanjatkan. Tetapi keturunan tak kunjung hadir di tengah-tengah keluarga. Tentu hati akan merasa sedih. Pikiran juga selalu terbayang bisa memiliki anak.

Belum lagi kata-kata dari orang-orang yang pasti menyakitkan.

"Kenapa belum hamil, kenapa belum memiliki anak, kenapa dengan kalian?"

Bukankah kalimat-kalimat tersebut sangat menyakitkan, sementara kita melihat orang-orang dekat sudah memiliki anak dan bermain riang dengan anak-anak mereka? Bahagia rasanya tapi rasa iri akan terselip di sudut hati. Perih rasanya menyadari bahwa kita belum diberi keturunan.

Tenanglah sejenak.

Masih banyak rezeki dan anugerah lain yang Tuhan berikan tentu dengan lebih indah. Tak perlulah mempedulikan orang-orang bicara apa tentang keturunan. Sesungguhnya, masih banyak anak-anak yatim piatu yang bisa kita sayangi dan kita asuh dengan penuh perhatian. Masih banyak pula kerabat yang membutuhkan kasih sayang kita.

Kita bisa memulai dari menyayangi anak-anak di sekitar kita.

Biarlah garis Tuhan yang menentukan perihal keturunan. Jangan lelah berusaha dan berdoa. Tetapi jangan pula lantas terus menerus memusingkan hal yang sama. Jika ada orang yang membicarakan kita atau mengatakan langsung pada kita soal keturunan, anggaplah karena orang itu peduli pada kita. Meski mungkin mereka tidak memilih kata-kata yang menyamankan hati.

Teruslah bersabar. Percayalah bahwa banyak anugerah yang Tuhan berikan meskipun belum juga memberikan kita keturunan.

Dengan mencintai anak-anak yatim maupun kerabat, kita bisa belajar berbagi, dan belajar mengasihi. Belajar bagaimana kita bisa membesarkan keturunan nanti dengan baik, dengan penuh ketelatenan dan kesabaran. Belajar untuk percaya, bahwa cinta kasih yang mengalir itu tak akan sia-sia.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bersabar Menanti Keturunan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Widya Sulistya | @widyasulistya

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

Perhitungan PPh Pasal 21