3.3K
Jangan-jangan pertanyaan ini hanya sebuah perangkap yang tanpa sadar menguras waktu dan energi.

Teman saya bertanya dengan nada khawatir, apakah segala karyanya akan benar-benar bermanfaat atau hanya sia-sia belaka. Apakah segala tulisannya benar akan berdampak? Di lain waktu, kawan saya yang bermain musik juga bertanya hal senada. Pertanyaan itu mengantarkan saya pada sebuah kontemplasi tersendiri. Saya juga yakin sesekali kita akan mempertanyakannya:

APAKAH YANG AKU LAKUKAN INI BERGUNA?

Mari kita pikirkan dengan jernih, bukankah sejatinya hal yang sama kita patut pertanyakan pada apapun yang kita lakukan? Bukan hanya soal hobi, namun juga pekerjaan sehari-hari. Misalnya, saya yang seorang guru, dapat skeptis bergumam apakah ilmu yang saya bagi itu sungguh akan berguna? Apakah murid yang saya didik benar akan jadi orang baik?

Masalahnya adalah, kita tidak seistimewa itu untuk tahu keseluruhan kisah perjalanan benih yang kita tabur. Mungkin ada yang mati saat bertunas, ada yang terlihat layu--eh, ternyata tumbuh juga setelah sekian waktu. Ada juga yang tidak sempat tumbuh sama sekali.

Prinsip saya kemudian menjadi amat sederhana, baik soal menulis atau yang lain. "Taburkanlah benihmu pagi-pagi dan jangan memberi istirahat pada petang hari, karena engkau tidak tahu mana yang akan berhasil."

Di antara puluhan tulisan saya, sebenar-benarnya saya tidak tahu akan sampai ke hati siapa saja semua itu. Mungkin ada beberapa atau banyak yang hanya ditujukan untuk membahagiakan diri saya sendiri, atau setidaknya membuat saya tetap waras. Bukan untuk berdampak kepada siapapun yang lain. Tapi saya juga tahu ada beberapa tulisan yang benar-benar dihadiahi pembaca yang terus menghampiri saya hanya untuk mengucapkan terima kasih.

“Setiap tulisan memiliki nasibnya sendiri,” begitu kata pak Wepe, mentor saya dalam menulis. Apa yang saya jalani dua tahunan ini membuat saya tak punya sedikitpun alasan untuk membantah.

Sekali lagi, kita tidak seistimewa itu untuk boleh tahu apakah karya kita akan menyentuh hati orang lain. Itu bukan hak kita sama sekali. Jadi daripada memperhatikan angin dan melihat awan hingga lupa menabur, lebih baik terus menyebarkan benih. Saya tidak tahu tahu dan tidak perlu tahu bakal dianggap sampah atau permata karya saya, semua baris kata adalah wujud bakti saya ke Tuhan. Kepada Dia yang memberi talenta. Pun saya yakin, Tangan Tak Terlihat itu pula yang akan menggiring benih itu ke tempat di mana dia perlu tumbuh.

Kita beruntung jika boleh tahu di mana tempat itu; apalagi tahu benih kita sudah jadi pohon yang buahnya manis. Tapi namanya juga keberuntungan, kadang kita dapat, seringnya tidak.

Intinya mungkin adalah melakukan apa pun yang tangan kita temui dengan sepenuh hati.

Seorang akuntan misalnya, dia tidak tahu satu perusahaan dapat batal collaps karena dia senantiasa melakukan penghitungan dengan baik. Dengan demikian, seluruh pegawai tidak perlu di-PHK, dan itu artinya ratusan ibu atau ayah akan tetap mampu menyekolahkan dan membiayai impian anak-anak mereka. Siapa tahu, tindakan harian yang kita lakukan walau tampak remeh, berarti signifikan terhadap kemanusiaan secara keseluruhan.

Tanpa ke pedalaman. Tanpa perlu ke Afrika.

Hanya dengan membuat laporan keuangan yang bersih, hanya dengan membagi ilmu dengan semangat, hanya dengan mengantar penumpang dengan aman, hanya dengan membuat hidangan yang sehat serta nikmat, siapa tahu... siapa tahu kita telah menyelamatkan sesuatu atau seseorang dari hal buruk.

Siapa tahu, walau tanpa legitimasi dari siapapun, benih tak terlihat itu telah menjadi satu sumbangsih bagi kemanusiaan.

Dengan keyakinan demikian, rasanya tak akan sulit untuk bangun pagi dan berbisik pada diri sendiri: hari ini, apapun yang tanganku jumpai, akan aku lakukan dengan sepenuh hati.

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Apakah Tanpa Sadar, Hal Kecil Yang Kita Lakukan Setiap Hari Membawa Manfaat?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Claudya Elleossa | @claudyaelleossa

Mencintai literatur dan Indonesia. Guru muda sanguin-koleris yang memiliki 150 mimpi untuk dicapai. Aktif membagi gambar dan mudah dihubungi melalui instagram @adiss_cte

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar