1K
Berbaur dan merasa nyaman di tempat tujuan adalah pencapaian dari perjalanan.

Satu dari banyak alasan yang membuat perjalanan selalu dirindukan adalah cerita-cerita yang menanti di tiap kelokannya. Cerita dan kisah-kisah ini seperti sekotak coklat beragam rasa dengan pelajaran yang tak pernah tertebak.

Ini beberapa pelajaran yang saya punguti selama petualangan di Vietnam seminggu silam:

1. Selalu siapkan satu bangku kosong untuk kebetulan

Awal perjalanan saya dari Bandung- KL-Saigon yang telah direncanakan dengan cukup baik, ternyata diwarnai dengan beberapa kebetulan yang sempat membuat ketar ketir. Dimulai dengan pesawat yang terlambat dan tidak bolehnya menggunakan international transfer hall. Setiba di KL, antrian imigrasi yang mengular menyambut saya di tengah terbatasnya waktu transit. Di antara segala kebetulan tak terduga tersebut, terselip satu kebetulan lain, saya berdiri tidak jauh dari line antrian yang akan dibuka. Maka meski berbeda dengan bayangan yang ada di rencana awal, perjalanan yang penuh dag dig dug ini menyimpan cerita. Mengingatkan saya, agar mengikutsertakan kebetulan dalam rencana perjalananmu.

2. Perjalanan itu tentang memilah pilihan. Belajar untuk tidak serakah!

Dalam merencanakan perjalanan, saya tergolong pejalan yang lambat. Berjalan dengan fase yang begitu cepat dan berpindah-pindah tempat itu seperti berlari. Membuat saya terengah-engah dan tak dapat melihat dengan lebih detil. Maka saya memilih melambat, tentu ada konsekuensi untuk pilihan ini. Akibatnya, saya tak bisa menyinggahi terlalu banyak tempat atau kota, saya memilih untuk menentukan prioritas. Prioritas saya ketika itu Dalat, Ha Giang dan Ninh Binh. Jika adapun kota lain yang terlewati dalam perjalanan ini hanya menjadi tempat persinggahan.

3. Tujuan perjalanan bicara banyak tentang dirimu.

Ke mana tujuan perjalanan terakhirmu? Perjalanan ke tempat apa yang paling kamu nikmati? Beberapa tahun terakhir saya sadar, tempat tujuan pilihan saya berupa desa atau kota kecil yang berhawa sejuk. Lahir dan membesar di Sumatera Barat membuat saya merindukan daerah sejuk dan dataran tinggi yang relatif lebih tenang. Ya, tenang. Mungkin hal ini yang saya cari di desa-desa kecil berhawa sejuk. Kalau kamu?

4. Jangan membuat asumsi, bertanya jika ragu!

Berjalan ke negara lain artinya beradaptasi dengan tempat baru. Tentu ada satu dua hal yang kita pikir sama tapi ternyata berbeda. Salah satunya menyoal berkendaraan, ketika pertama kali menggunakan motor di Vietnam, saya beberapa kali diklakson dengan lantang dan hampir ditrabak. Sebagai pengendara motor di Indonesia, saya berasumsi jalanan di Vietnam tak berbeda. Ternyata berbeda jauh, lajur yang digunakan adalah lajur kanan bukan kiri.

5. Bahasa tubuhmu adalah bahasa universal yang mampu dipahami di mana saja

Ketika mencari makan siang di Ha Giang salah satu kota kecil di ujung Utara Vietnam, kami memasuki sebuah kedai makan. Disambut oleh seorang ibu yang sedang menggoreng dan seorang yang sedang melayani tamu. Keduanya tak bisa berbahasa Inggris, kami berbicara dengan gerakan tangan dan google translate. Tapi satu yang saya sadari, mereka begitu tulus melayani kami sebagai pelanggan terakhir. Seperti anak hilang, kami disambut. Berkali-kali dia menambahkan mie dari beras ke piring kami, sebentar-sebentar memastikan kuah dari bun cha kami masih ada. Sebentar-sebentar mengisi kembali gelas teh kami. Rasanya haru, ketika meski tanpa bahasa kamu bisa merasakan perhatian tulus sebesar itu.

6. Perjalanan itu tentang menyadari dan memahami kemampuan diri

Highligh dari perjalanan saya keliling Vietnam kali ini adalah melakukan Ha Giang Loop. Perjalanan mengelilingi kota-kota kecil di provinsi Ha Giang menggunakan motor. Dalam perjalanan yang awalnya akan dilakukan bertiga, akhirnya kami berjalan berdua. Teman berjalan saya tidak bisa menggunakan motor, sehingga harus ada di boncengan. Setelah membawanya sekitar 200 km, saya sadar tak mampu meneruskan hal tersebut. Pinggang saya sakit menahan setir motor yang semakin berat karena tambahan beban sekitar 75kg. Maka dengan berat hati, saya memintanya untuk pulang menggunakan bus. Ya, meski segan saya tau pasti kemampuan saya dan menyadari kemampuan sendiri adalah salah satu hal penting yang bisa kamu pelajari di perjalanan.

7. Kemampuan beradaptasi dan merasa nyaman adalah sebuah pencapaian dari perjalanan

Dalam perjalanan nyaris sebulan ini, saya menghabiskan hari terakhir dengan tidak melakukan apa-apa. Setelah penuh usaha berpindah dari satu tempat dan tempat lain untuk ‘menikmati’ liburan, saya sadar hal paling penting dari perjalan justru tentang belajar beradaptasi dan menikmati apa adanya. Merasa nyaman dengan tempat baru tanpa butuh banyak ‘agenda wajib liat’ yang sering kali begitu panjang. Berbaur dan merasa nyaman di tempat tujuan adalah pencapaian dari perjalanan.

Apakah kamu juga punya cerita atau pelajaran tentang perjalanan? Apa sih yang membuat kalian ketagihan dengan perjalanan?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "7 Pelajaran yang Saya Bawa Pulang dari Vietnam". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Natalia Oetama | @Natalivy

Pecinta senja, pengamat langit, petualang hidup, penyuka gerimis, penggemar puisi. Baginya menulis itu terapi agar tetap waras dari pesta pora di kepala.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar