6.2K
Tidak masalah kalau kamu ingin sejenak menepi, sebagai kompensasi atas keberanianmu menghadapi masalah, sebagai masa istirahat karena kamu lelah.

Pernahkah kamu merasa hidupmu baik-baik saja lalu seketika... BLAR! Masalah datang tiba-tiba. Sekali, atau bahkan mungkin, bertubi-tubi hingga membuat hidupmu porak-poranda.

Bertahanlah.

Mungkin kamu sedang mencari jalan keluar masalahnya. Mungkin kamu dengan berani menghadapinya. Mungkin masalah itu bahkan sudah selesai. Namun di dalam, kamu merasa ada sesuatu yang salah. Patah. Tak lagi bersemangat melakukan sesuatu dan tanpa sadar, kehilangan senyummu yang dulu.

Bertahanlah.

Karena butuh keberanian yang besar, kerendahan hati untuk menyadari dan menerima bahwa, "Ya, aku sekarang sedang tidak baik-baik saja." Hingga akhirnya, kamu bisa berkata kepada hatimu sendiri, "I'm okay, just a little bit... hurt. But I'm okay."

Bertahanlah.

Karena tidak semua orang diberkahi kemampuan yang sama dalam menghadapi masalah. Tidak semua orang punya kecepatan yang sama untuk bangkit dari masalah. Bisa saja dengan mudah dan cepat ia berlari, atau mungkin seperti yang kamu lakukan kini, tertatih-tatih untuk memaafkan, melepaskan dan melupakan masalah ini.

Bertahanlah.

Tidak masalah kalau kamu ingin sejenak menepi, sebagai kompensasi atas keberanianmu menghadapi masalah, sebagai masa istirahat karena kamu lelah. Tapi sampai kapan kamu mau terus mengasihani diri sendiri?

Bertahanlah.

Pergilah, melihat dunia, bertemu teman-teman baru, mendengarkan musik, membaca buku, lakukan semua hal yang menyenangkan hatimu. Karena lebih mudah untuk tetap berlari dan menemukan kekuatanmu setelah kamu mencoba kembali bergerak dan mengubah diri. Jangan berhenti. Percayalah, bahwa semuanya akan baik-baik saja dan kamu akan menemukan senyummu lagi, nanti.

Bertahanlah.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Untukmu yang Patah Setelah Menghadapi Masalah, Bertahanlah.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Inez Hapsari | @inezhapsari

Yoga addict. Melancholic, yet helplessly romantic.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar