2.2K
Kata terima kasih, maaf, dan tolong menjadi penting untuk diucapkan saat berkomunikasi. Sayangnya terkadang hal tersebut terlupakan.

Bagiku, cara berkomunikasi seseorang--baik secara langsung maupun daring--itu penting. Bagaimana cara mereka berkata, bagaimana cara mereka mengungkapkan maksud mereka, dan seterusnya. Namun, apakah kemudian mereka layak untuk melupakan tiga hal penting dalam berkomunikasi?

Sejak awal, aku memahami bahwa memang ada tiga hal penting dalam berkomunikasi. Mengucapkan terima kasih saat ada yang membantu, meminta maaf setelah berbuat salah, dan juga mengatakan tolong saat ingin dibantu. Sudah. Tiga hal itu saja. Memang terlihat klise, tapi setidaknya, ketiga hal tersebut dapat melapangkan hati orang lain. Setidaknya, menurutku demikian.

Sayangnya, hal tersebut sekarang ini mulai terlupakan. Atau sebenarnya sengaja dilupakan? Aku masih ingat masih ada orang yang meminta sesuatu padaku. Tapi nyatanya, tak sekalipun ia mengucapkan kata 'tolong'. Ia hanya meminta dan menyuruh. Kata-katanya pun bisa kuanggap tidak cukup baik dan ia tidak meminta 'maaf' karenanya. Di akhir pun, ia tidak mengucapkan 'terima kasih'. Apakah kemudian itu menjadi hal yang benar? Tentunya, tidak.

Mungkin, kalau hal tersebut dilakukan sekali saja, akan dimaklumi pada akhirnya. Akan tetapi, kalau hal tersebut terus diulang, bukankah akan membuat sakit hati? Bukankah hal-hal seremeh ini yang akhirnya mengakibatkan kesalahpahaman. Padahal, ketiga hal tersebut tidak membutuhkan banyak energi untuk dilakukan. Hanya perlu diucapkan. Apakah itu menjadi satu hal yang berat?

Tiga hal penting ini semakin terlupakan saat kita melakukan komunikasi lewat chat. Percakapan daring pada dasarnya merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Hanya perlu menggunakan ujung jari, kita bisa menyampaikan maksud kita ke orang lain. Akan tetapi, apabila hal ini tak dibarengi oleh etika dan cara berkomunikasi yang baik, tak heran apabila sering terjadi kesalahpahaman saat seseorang melakukan komunikasi daring.

Kesalahpahaman yang terjadi pun, terkadang berlangsung secara berlarut-larut. Apakah hal tersebut menjadi sehat? Bagiku tidak. Hubungan seseorang akan merenggang karena tiga hal ini tak dijalankan. Bukankah lebih baik apabila kita bisa menjaga perasaan orang lain dengan baik?

Pada akhirnya, aku hanya ingin mengingatkan, memang ketiga hal tersebut terdengar remeh dan nggak penting. Akan tetapi, bila tidak dilakukan, malah akan merugikan diri kita sendiri nantinya.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tiga Hal Penting dalam Komunikasi yang Masih Sering Terlupakan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Puji P. Rahayu | @PujiPRahayu

Hanyalah seorang mahasiswi ilmu hubungan internasional yang suka bermimpi. Mencoba untuk menghargai hidup setiap detiknya. Mencintai membaca dan juga menulis.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar