2.1K
Keluarga adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan padaku.
Mama saya pernah berkata, "Siapa yang akan menolongmu di kala susah, selain keluargamu? Jawabannya tidak ada."

Bagi saya, keluarga adalah yang terpenting dalam hidup ini. Sejak kecil, keluargalah yang selalu ada untuk saya. Baik itu di saat suka ataupun duka.

Orang lain mungkin datang ke dalam hidup saya. Tapi bukan untuk menetap, melainkan hanya singgah sebentar lalu pergi. Keluarga, mereka adalah orang-orang yang setia dalam hidup saya.

Saat mulai beranjak dewasa saya mulai menyadari, bahwa keluarga juga bukan hanya berbicara tentang ikatan darah. Keluarga adalah tempat di mana saya merasa nyaman dan bahagia. Di sekolah, saya punya sahabat dan menganggapnya seperti saudara sendiri. Saat bersamanya, saya bisa menceritakan keluh-kesah saya yang mungkin tak bisa saya ceritakan pada saudara kandung saya sendiri.

Keluarga adalah orang-orang yang menerima saya apa adanya

Tak ada manusia yang dilahirkan sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Keluarga, merekalah yang menerima kita dengan tulus dan apa adanya. Cinta mereka memberikan kita sebuah harapan baru.

Saat orang lain mungkin mencaci, menghina, dan meyakiti kita, keluarga adalah tempat kita mencurahkan semua perasaan kita.

Tak selamanya bersama

Keluarga bisa hancur dan tercerai-berai. Tapi hubungan sebuah keluarga, tak akan pernah putus. Dari sebuah keluargalah kita belajar arti hidup. Terutama pengajaran dari ayah dan ibu yang akan kita kenang sepanjang hidup. Mereka adalah guru pertama dalam hidup kita. Mereka mengajari kita banyak hal, mulai dari hal-hal kecil hingga hal besar, akhlak-akhlak yang mungkin tak kita dapatkan di luar rumah--mereka turut membentuk cara pandang kita terhadap dunia.

Usia selalu bertambah. Saat itulah kita beranjak dewasa dan memulai hidup masing-masing. Kita mungkin akan berpisah dengan saudara-saudara kita yang juga memiliki hidupnya masing-masing. Jarak dan waktu mungkin memisahkan kita, tapi komunikasi antar anggota keluarga tak boleh terputus.

Pada hari-hari libur panjang, mungkin kita bisa kembali bersama ke rumah tempat kita dibesarkan dan berkumpul bersama. Mengenang masa-masa ketika kita selalu bersama, saling menemani, saling mendukung, saling melindungi.

Apa yang kamu perbuat pada dirimu, itulah yang kamu lakukan untuk keluargamu

Jika kita mencintai dan merawat diri dengan baik, maka kita akan melakukan hal yang sama terhadap keluarga kita--baik keluarga kandung, maupun mereka yang telah menjadi keluarga bagimu saat beranjak dewasa. Ketika kita menyakiti dirimu sendiri, secara tidak langsung kita tahu bahwa kita juga menyakiti anggota keluarga kita.

Mereka bilang, kita tak bisa memilih di keluarga mana kita dilahirkan. Tapi kita selalu bisa memilih bagaimana cara memperlakukan anggota keluarga kita, dan bagaimana kita akan bertumbuh dalam keluarga yang telah membesarkan kita.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Tak Bisa Memilih Keluargamu? Keluarga Bukan Hanya Bicara Tentang Ikatan Darah.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Michelle Maryeta | @michellmaryeta

Seorang siswi yang sangat mencintai dunia sastra. Menyukai hal-hal yang berkaitan dengan kepenulisan dengan sejuta impian.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar