2.7K
Sejak kecil, kita diajarkan untuk meminta maaf kepada orang lain. Namun, sudahkah kita meminta maaf kepada diri sendiri?

It is important that we forgive ourselves for making mistakes. We need to learn from our errors and move on.
-Steve Maraboli

Bagi saya, meminta maaf dan memaafkan adalah cara kita menghargai sebuah hubungan.

Tidak peduli siapa yang salah atau siapa yang memulai duluan. Ketika kita meminta maaf, itu artinya kita lebih menghargai hubungan yang terjalin dibandingkan dengan masalah yang terjadi.

Dan hubungan itu, tidak sebatas antara satu orang dengan orang lain. Hubungan dengan diri kita, diri sendiri, juga tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan.

Tapi kita seringkali terlalu sibuk memperhatikan hubungan kita dengan orang lain. Kita lupa, ada hubungan dengan diri sendiri yang perlu untuk dirawat.

Belajar untuk mendengarkan diri sendiri. Bagaimana mungkin?

Pernah suatu kali, bagian belakang kepala saya terasa sakit selama beberapa hari.

Tidak terus-menerus, tetapi timbul-tenggelam. Awalnya saya mengira karena salah posisi tidur.

Setelah saya bertanya kepada seorang teman yang belajar kedokteran, kemungkinan saya mengalami tension type headache. Penyebabnya karena terlalu banyak kerja kurang istirahat. Kerja fisik, juga kerja pikiran. Kemudian saya sadar bahwa memang saat itu ada banyak hal yang sedang saya pikirkan.

Ada terlalu banyak hal yang saya lakukan dan ada banyak rencana yang ingin dikerjakan. Tapi saya lupa untuk memperhatikan diri saya sendiri. Saya lupa bahwa diri saya, tubuh saya, punya hak untuk beristirahat.

Setelah mendapat penjelasan itu, saya pun perlahan-lahan belajar untuk lebih tenang. Pelan-pelan belajar untuk tidak menuntut diri saya berlebihan. Saya membiarkan tubuh saya berbicara dan memberi peringatan bila memang aktivitas saya sudah berlebihan.

“Kepada diriku, maafkan aku atas ketidaksempurnaanku...”

Di saat kita dapat dengan mudah menerima kekurangan orang lain, kita justru menuntut diri untuk menjadi sempurna.

Saat kita teringat dengan kesalahan kita di masa lalu, mendadak kita menyalahkan diri kita dengan mengatakan, “Nggak seharusnya kamu begitu. Kamu harusnya bisa lebih...”

Jika kita termasuk orang yang sering menuntut diri agar bisa menjadi seperti apa yang diharapkan orang lain. Atau jika kita terlalu sering membiarkan diri terus-menerus melakukan hal yang tidak kita sukai, kini saatnya kita meminta maaf kepada diri sendiri. Atas semua hal yang dengan sadar atau tidak sadar pernah kita lakukan dan menyakiti diri kita.

Percayalah bahwa kesalahan yang pernah kita perbuat di masa lalu adalah salah satu hal yang membuat diri kita lebih baik di masa sekarang.

Tidak ada yang lebih mengenal diri kita dengan baik, selain kita sendiri.

Sebab, sebanyak-banyaknya orang yang kita kenal di dunia ini, dan sedekat-dekatnya kita dengan orang lain, tidak ada yang akan mengerti kita sebaik diri kita sendiri.

Kita sendirilah yang paling tahu tentang apa yang kita sukai. Kita sendirilah yang paling tahu tentang apa yang paling kita takutkan. Kita sendiri pula yang paling tahu keinginan dan harapan kita di masa depan.

Maka dari itu, jika ada sebuah hubungan yang perlu dijalin dengan baik, pastikan salah satunya adalah hubungan dengan diri sendiri.

Jadi, sudahkah kita meminta maaf kepada diri sendiri?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Sudahkah Kita Meminta Maaf Kepada Diri Sendiri?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Nisrina Putri | @nisrinaputri

A mellow real life writer at putrinisrina.com. A romance lover writer at sembarimenungguhujanreda.blogspot.com.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar