1.8K
Setiap orang terlahir dengan keistimewaannya masing-masing. Keistimewaan itu meliputi cerita-cerita, apresiasi, dan juga dimensi dalam kehidupan.

Kita terlahir dengan cerita masing-masing

Terlahir seperti apa kita, di tengah keluarga yang bagaimana, di tempat yang seperti apa. Bagaimana kita tumbuh dan berkembang, bagaimana kita dibantu oleh Semesta untuk berpartisipasi dalam jalannya roda kehidupan. Ya, setiap orang memiliki ceritanya sendiri-sendiri.

Dan saya percaya, bukan kebetulan jika kita lahir, tumbuh, dan besar di tempat atau keluarga tertentu. Bukan tanpa alasan jika kita melalui kesulitan atau kebahagian yang berbeda-beda dalam menjalani hidup. Saya belajar untuk memahami ini, dan melihat diri ke dalam, bukan membanding-bandingkan.

Saya mencoba bertanya pada diri, kira-kira pesan apa yang ingin disampaikan Semesta terhadap saya lewat keluarga, pengalaman, dan tumbuh-kembang saya semasa kanak-kanak beranjak dewasa? Sifat-sifat apa yang hendak Hidup tumbuhkan dalam diri saya? Pelajaran-pelajaran apa yang bisa saya kuasai?

Kita mengapresiasi hidup kita masing-masing

Saya belajar untuk tak memberikan label dengan terburu-buru. Melabeli seseorang si Jahat atau si Baik. Si Pendiam atau si Cerewet. Mengenali bahwa kita semua menyimpan cerita tersendiri, membuat saya tahu bahwa tak ada seseorang yang absolut jahat, atau absolut baik. Semua orang meniti tali di antara dua kutub, terus berjalan dan berusaha menyeimbangkan diri setiap saat.

Saya berusaha berhenti menilai orang lain. Bagaimana saya bisa menilai jika saya tak tahu cerita hidup mereka, rahasia mereka, ketakutan-ketakutan mereka? Sebaliknya, saya lebih banyak melihat diri sendiri. Mencoba memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah saya lakukan, apa yang sudah saya jalani.

Jujur mengapresiasi hal-hal baik dalam diri, sekaligus mengenali hal-hal yang saya rasa masih bisa saya perbaiki.

Kita memiliki 'dimensi' masing-masing

Meski kita hidup bersisian, seringkali kita berada dalam 'dimensi' waktu yang nampak berbeda. Bagi sebagian orang, waktu bergerak lebih cepat, bagi sebagian lebih lambat. Yang lebih cepat tak serta merta yang lebih baik, begitupun yang lebih lambat belum tentu juga yang lebih buruk. Setiap kita berjalan dan hidup dalam 'dimensinya' sendiri; di dalam diri.

Bukankah tidak adil rasanya apabila kita, sesama penghuni dunia, membandingkan diri dengan sesama penghuni dunia lainnya dengan embel-embel kata "lebih" dan menggunakan barometer-barometer semu sebagai ukuran?

Semua dari kita adalah istimewa. Semua dari kita memiliki potensi yang sama dalam menjalani kehidupan.

Sejatinya, tidak ada ukuran pasti mengenai peringkat "paling" yang layak untuk disandang salah satu dari kita.

Apapun pilihan hidup yang kita pilih, yakinlah bahwa pilihan itulah yang pantas kita jalankan dengan sungguh-sungguh. Tak ada yang lebih mengenal kita ketimbang diri sendiri. Jadi, mari lebih sering menghabiskan waktu untuk mengenal diri, dan bertanya: apa porsi yang bisa kita ambil dalam kehidupan ini?

Bagaimana kita, dengan cerita-cerita masa lalu kita, bisa memberikan hal-hal baik bagi diri sendiri, sesama, dan Semesta?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Setiap Kita Punya Porsi Sendiri-sendiri dalam Kehidupan". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Safitri Saraswati | @SafitriSaraswati

A Single Mom, A Traveller, A Believer

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar