10.7K
Banyak di antara kita takut untuk jujur menjadi diri kita sendiri.

Sejak dalam kandungan, kita telah diisi dengan mimpi-mimpi. Sejak bayi, kita telah mendengarkan suara-suara orang tua kita--bahkan sebelum kita dapat berkata-kata. Dari masa ke masa hingga dewasa, kita terbiasa mendengar apa yang dikatakan orang lain. Sulit mengabaikannya, setelah begitu lama terbiasa mendengar apa kata orang.

Alhasil, seringkali kita bertumbuh tanpa rasa yakin. Membuat kita cenderung merasa bimbang dan tak terarah.

Kita mendengar orang lain menilai apa yang kita lakukan. Menceritakan hal-hal tentang kita kepada orang lain di sekitar kita. Jika mereka yang berada di luar diri kita berkata-kata tentang kita, apakah kita akan mengiyakan saja apa kata mereka, dan menghakimi diri sendiri?

Apakah kita sendiri sudah mendengarkan siapa sebenarnya kita: apakah kita sudah mendengarkan apa yang dikatakan diri kita yang sejati tentang diri kita sendiri?

Kita tak terlalu terbiasa mendengarkan diri sendiri. Sejak kecil, kita terbiasa diajari untuk mendengarkan apa kata orang: orang tua, guru-guru, kakak atau adik, keluarga, atasan... jadi, jangan cemas jika kita merasa tak terlalu paham bagaimana kita bisa mendengarkan diri kita yang sejati.

Percayalah bahwa diri kita yang sejati pada dasarnya dipenuhi kebaikan. Memercayai kesejatian dalam diri kita adalah bekal agar kita dapat menjalani hidup dengan sejati pula. Kita lahir dengan hati yang teguh dan jiwa yang kuat. Ingatlah selalu hal ini ketika kita mulai bimbang dan kehilangan kepercayaan diri.

Dalam diri kita semua, ada pohon diri yang kuat. Akarnya teguh, batangnya lurus, daunnya melebar ke langit untuk memberi kehidupan dan keteduhan, dan buahnya bermanfaat bagi sesama dan Semesta.

Semua manusia lahir dengan 4 kualitas diri: keberanian, kejujuran, ketulusan, dan cinta. Inilah yang biasa saya sebut sebagai 'pohon diri' yang sejati.

Hidup yang kita jalani, orang-orang yang berada di sekitar kita ketika kita tumbuh dewasa, hingga tempat kita bertumbuh mempengaruhi keempat kualitas pohon diri ini. Keempatnya bisa jadi terawat dengan baik dan tumbuh subur, atau justru tergerus pelan-pelan tanpa kita sadari, hingga akhirnya layu dan mati.

Sudahkah kita merawat pohon diri kita yang sejati hari ini?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Semua Manusia Lahir dengan 4 Kualitas Ini. Lantas, Mengapa Kita Takut Menjadi Diri Sendiri?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Suryani Suryani | @suryanisuryani

Tentang Penulis Suryani lahir di jakarta tanggal 13-02-1989. Dikenal sebagai orang yang humanis. Ia aktif dan terlibat dalam kegiatan aksi sosial. Sedari kecil hobby menulis, membuat saya semakin bersemangat untuk terus menyerukan gerakan gemar menulis

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar