8.2K
Menjadi seseorang yang introvert itu tidak mudah. Mungkin saya akan lebih memilih untuk diam dan mengamati. Tapi bukan berarti, saya tidak mencoba untuk terbuka kepada orang lain.

Saya tahu saya introvert. Tidak mudah bagi saya untuk nyaman dalam satu kerumunan dengan banyak orang. Tidak mudah pula bagi saya untuk bisa menimpali suatu percakapan dalam kelompok. Saya biasa diam dan mendengarkan. Saya bukanlah tipe orang yang suka menjadi pusat perhatian. Saya lebih suka mengamati.

Mungkin, semua orang yang memang introvert, akan menyetujui apa yang saya sebutkan di atas--atau mungkin tidak? Itu terserah pada pembaca. Yang pasti, saya memang tidak mudah bergaul dalam lingkungan yang baru. Saya harus merasa nyaman terlebih dahulu untuk menunjukkan sisi lain saya. Sisi yang tidak mudah saya tunjukkan pada orang-orang baru. Itulah mengapa saya lebih memilih diam dalam sebuah percakapan.

Meskipun demikian, saya menyadari ada kalanya saya harus mencoba terbuka. Dalam artian, bila bukan saya yang memulai suatu percakapan, maka percakapan yang terjadi tidak akan kemana-mana. Akan terus berada pada satu titik tanpa ada ujungnya. Saya biasanya berusaha terbuka saat saya tahu, lawan bicara saya pun memiliki sifat yang mirip dengan saya. Sama-sama introvert dan tidak mudah bicara untuk mencairkan suasana. Tapi memang harus saya akui, tidak mudah pula bagi saya untuk membuka diri.

Satu hal yang cukup membuat saya enggan membuka diri adalah, saat lawan bicara saya pun jauh lebih tertutup dibandingkan saya. Sehingga, setiap obrolan yang saya lontarkan berakhir begitu saja. Tanpa ada tanggapan yang seimbang, usaha saya untuk membuka diri seolah-olah terasa percuma. Bukankah akan lebih menyenangkan saat kita bisa berbincang dengan lancar? Tanpa ada rasa gugup dan lainnya? Sayangnya, keadaan seperti ini pernah saya alami. Dan jujur saja, rasanya tidak menyenangkan.

Saya menyadari, menjadi introvert bukanlah hal yang mudah. Terkadang, saya pun ingin seperti teman-teman saya yang lain. Yang luwes dalam bergaul dan berbicara. Saya selalu bertanya-tanya, apa benar saya tidak bisa berlaku demikian? Mungkin, saya bisa sedikit terbuka. Sedikit. Itu pun dalam artian, saya baru bisa terbuka kalau saya sudah nyaman dengan lingkungan saya. Kalau belum? Saya akan terus merasa tidak nyaman. Saya hanya akan diam dan menjadi pengamat. Mencoba mengamati keadaan. Sehingga, nantinya saya tahu bagaimana seharusnya bertindak dan bersikap.

Memang tidak mudah bagi saya--dan mungkin teman-teman yang juga introvert--terlibat dalam suatu percakapan. Akan tetapi, saya menyadari, ada kalanya, sisi non-introvert kita harus muncul di saat yang butuhkan. Bagaimanapun, kita tetap harus bisa mencoba untuk sedikit terbuka. Bukankah mengobrol tanpa rasa sungkan akan jauh lebih menyenangkan daripada bertemu hanya untuk berdiam-diaman?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Saya Introvert yang Tak Mudah Membuka Diri. Ini Yang Saya Lakukan.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Puji P. Rahayu | @PujiPRahayu

Hanyalah seorang mahasiswi ilmu hubungan internasional yang suka bermimpi. Mencoba untuk menghargai hidup setiap detiknya. Mencintai membaca dan juga menulis.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar