1K
Dia yang kita panggil sahabat, suatu hari bisa berubah menjadi "orang asing" -- dan biasanya saat kita menyadarinya, semua sudah terlambat.

sahabat/sa·ha·bat/ n kawan; teman; handai:

-- dekat sahabat karib;

-- karib sahabat yang sangat erat (baik); teman yang akrab;

-- kental sahabat karib.


Setiap orang pasti punya teman dekat, teman kepercayaan: atau biasa kita sebut sebagai sahabat.

Namun pernahkah terpikir bahwa sahabat itu suatu hari akan menjadi orang asing?

***

Saya bukanlah orang yang mudah dalam bergaul, dan saya juga bukan orang yang mudah mendapatkan teman. Saat itu, saya seorang anak rantau di daerah orang. Saya benar-benar tidak punya kenalan sama sekali di kota itu. Hingga akhirnya berkenalan dengan seseorang, dan akhirnya kami menjadi sahabat.

Namun entah bagaimana, suatu hari saya sadari persahabatan kami merenggang. Saya sadar pun lama setelah hubungan kami terlanjur menjadi sedemikan jauh dan canggung. Entah karena kesibukan, atau karena kurang berkomunikasi, saya tak sadar tanda-tanda awalnya, tak sadar kapan tepatnya hubungan kami merenggang.

Apakah saya memang bukan sahabat yang baik?

Atau mungkin memang sudah habis masa kami sebagai sahabat?

Saya masih menyesal mengapa hal ini bisa terjadi. Dan menyesal mengapa ketika saya menyadari kerenggangan persahabatan kami, saya pun menahan diri untuk tak menyinggungnya sama sekali.

Mungkin, saat itu saya kurang berusaha mempertahankan persahabatan ini. Terlalu gengsi untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Terlalu cuek akan hubungan kami. Hingga akhirnya, yang saya tahu: kami bukan lagi sepasang sahabat. Kami menjadi orang yang seperti tidak saling kenal. Kami tinggal di wilayah yang sama, namun tidak pernah menyapa.

Kami lebih suka diam dan berpura-pura tidak pernah mengenal.

Pertanyaan saya yang tak pernah terucap: apakah dia merasakan hal yang sama seperti saya?

***

Tapi tentu, saya tak pernah tahu jawabannya.

Dan bertanya tentang hal ini sekarang, lama setelah hubungan kami renggang dan kami jadi asing terhadap satu sama lain, rasanya juga sudah tak lagi relevan. Saya harap waktu itu saya bertanya. Saya harap waktu itu saya menyadari gejala awalnya: ketika kami tak lagi punya waktu untuk bertemu, terlalu sibuk untuk saling menyapa, terlalu bosan mendengar cerita-cerita satu sama lain.

Untuk kalian yang masih memiliki sahabat dekat, jagalah persahabatan itu--dan sempatkan waktu untuk satu sama lain. Make time for it, karena sesal memang selalu datang terlambat. Dan salah satu penyesalan terbesar saya, adalah kehilangan seorang sahabat.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Salah Satu Penyesalan Terbesar Saya: Kehilangan Seorang Sahabat.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

desinawati suardi | @desinwt

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar