2.1K
Kegagalan membawa kesedihan, memang. Apalagi jika kita tidak bisa mengontrol perasaan kecewa yang datang mendera. Bagaimana rasanya gagal? Tentu sedih. Apalagi gagal untuk sesuatu yang sangat kita inginkan.

Namun, apakah kegagalan lantas menghentikan jarum jam yang berputar? Atau awan yang bergerak? Atau juga kegagalan lantas melumpuhkan hukum gravitasi bumi? Tentu tidak. Waktu tetap berjalan, tidak mau berhenti bahkan untuk sekadar menunggu kesedihan kita hilang.

Apa reaksi saat gagal? Menangis?

Boleh saja, sedih juga manusiawi, wajar saja jika ada sesuatu yang mencubit hati sehingga sakit pada saat gagal. Pertanyaannya adalah, sampai kapan? Satu hari? Satu minggu? Atau Satu bulan? Berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk berkabung? Berapa lama kita berkompromi pada kesedihan kelabu yang memilukan sedangkan kita bisa dengan mudah melupakannya?

Mengoreksi diri adalah salah satu cara ampuh meringankan kesedihan kita karena gagal.

Boleh jadi usaha keras kita selama ini kurang panjang, boleh jadi juga usaha kita lebih besar dari tujuan kita, atau boleh jadi semua itu hanya keinginan dan bukan benar-benar yang kita butuhkan. Banyak kemungkinan. Yang terpenting adalah bagaimana reaksi kita setelah kegagalan tersebut. Apakah kita memilih berlama-lama berkubang dalam kesedihan, atau bangkit dan membalikkan kegagalan menjadi kemenangan.

Tidak ada manusia yang bisa menghindari kegagalan, sekalipun memang kita sudah sangat mengusahakannya. Ketika pada akhirnya tidak menuai keberhasilan, jangan menyerah dan menganggap semua telah berakhir. Matahari masih akan terbit esok hari, bulan tidak akan lupa terjaga pada malam hari dan waktu masih akan terus berjalan.

Masih ada harapan untuk kita mencoba lagi, bukan bersedih lagi.

Temukan keberanian untuk mencoba dan terus mencoba. Jika kita takut dengan kegagalan, itu artinya kita tidak siap dengan keberhasilan.

Bereaksilah sewajarnya, bersedih secukupnya dan berkaca seperlunya. Lalu sisanya, hadapi kegagalan itu dengan tabah dan lekas mulai kembali, mencoba lagi, berharap kembali.

"If you fall behind, run faster. Never give up, never surrender, and rise up against the odds." - Jesse Jackson





Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Pernahkah Kamu Mencoba Begitu Keras Lalu Gagal? Seperti Apa Reaksimu?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Stella azasya | @stellaazasya

Mencintai matahari terbit sebagai alasannya bangun besok hari

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar