3.8K
Sejak kecil, kita menyerap perasaan dan pola-pola cinta & hubungan yang kita kenal sekarang: dari rumah dan lingkungan keluarga sekitar.

Rumah—tempat kita dilahirkan dan dibesarkan—adalah perkenalan pertama kita akan cinta. Perasaan kita ketika berada di rumah semasa kecil, cara kita melihat dan menyerap interaksi di antara ayah dan ibu, (atau anggota keluarga lain yang tinggal serumah dan paling banyak menghabiskan waktu bersama kita), dinamika yang terjadi sehari-hari di rumah... semua hal ini sesungguhnya membangun fondasi awal kita mengenai cinta dan hubungan.

Saat itu, mungkin kita memang masih terlalu kecil untuk mengerti, namun secara tidak sadar, bahkan sejak kecil kita telah menyerap perasaan dan pola-pola cinta dan hubungan ini dari rumah dan lingkungan keluarga sekitar.

Mari kembali kepada ingatan akan rumah masa kecil dan tanyakan pada dirimu sendiri:

- Apa saja yang kamu ingat tentang rumah masa kecilmu?

- Apa yang kamu rasakan di sana; dengan segala kebaikan dan keburukannya?

- Bagaimana kamu melihat hubungan antara kedua orangtuamu—atau orang dewasa lain yang membesarkanmu?

- Seperti apa rasanya berada bersama orang tuamu di rumah masa kecilmu?

Perasaan dan jawabanmu mengenai rumah masa kecil kemungkinan besar merupakan perasaan dan pengalaman yang sama, yang juga kamu rasakan ketika berada dalam suatu hubungan, saat ini.

Mengapa? Karena cinta yang kamu kenal saat ini berasal dari definisi cinta yang pertama kali kamu ketahui: cinta yang dibentuk oleh rumah dan lingkungan sekitarmu.

Ketika kita telah mengetahui hal ini, kini kita punya kekuatan untuk memilih. We don’t have to stick to that definition of love jika kita tak menyukainya.

Ketika rumah masa kecil membuat kita merasa tak aman—atau membuat kita merasa perlu berusaha keras untuk mendapatkan cinta dan perhatian, kemungkinan kita pun merasakan hal yang sama ketika menjalani sebuah hubungan: kita merasa gamang, tak yakin ke mana hubungan itu akan bermuara, atau tak yakin dengan perasaan pasangan terhadap kita. Kita gundah setiap waktu, dan berusaha keras melakukan banyak hal agar bisa mendapatkan lebih banyak cinta dan perhatian dari pasangan.

Mengapa?

Karena itulah definisi cinta yang kita ketahui. Kita ‘percaya’ bahwa cinta terasa ‘tidak aman’. Bahwa cinta harus ‘diperjuangkan’ dan didapatkan dengan kerja keras. Dan tanpa sadar, inilah yang juga kita bawa ke dalam pola hubungan dan percintaan kita sehari-hari.

- Tahukah kamu bahwa hubungan antara kedua orang tuamu dapat membentuk pemahamanmu akan cinta dan hubungan yang kamu anggap ‘ideal’?

- Tahukah kamu bahwa ketika kamu menginginkan cinta, kamu mungkin sesungguhnya menginginkan hal-hal lain seperti rasa aman, rasa nyaman, popularitas, pengakuan, dan lain sebagainya?

- Tahukah kamu bahwa kamu mungkin memiliki ketakutanketakutanmu sendiri tentang cinta—yang kamu sendiri bahkan tak bisa mengingatnya; atau tak tahu dari mana ketakutan ini muncul?

- Tahukah kamu bahwa kamu sesungguhnya memilih pasanganpasanganmu—atau orang-orang yang kamu ‘anggap’ menarik karena alasan-alasan tertentu yang dipengaruhi oleh bagaimana kamu melihat dirimu sendiri?

Jika kamu ingin lebih dalam mengenal dirimu sendiri, dan ingin memahami mengapa kamu memiliki definisi tertentu tentang cinta & hubungan, ebook KNOWING HOW YOU LOVE ini mungkin bisa menjadi kawan baikmu. Persembahan dari Kamantara.id, ebook ini bisa kamu unduh secara gratis di sini.

Selamat menyelami rasa cintamu!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Perasaanmu Tentang Rumah Menggambarkan Cinta & Hubunganmu Saat Ini.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Hanny Kusumawati | @hannykusumawati

Managing Editor of Kamantara.ID. A published writer and blogger at www.beradadisini.com. Organises workshops & weekend getaways in creative/travel/mindful writing & creative living.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar