1.2K
Salah satu alasan mengapa kita merasa sulit beranjak dari kegagalan, kekecewaan, atau kehilangan dalam hidup adalah karena kita sudah terlalu erat mendefiniskan diri kita dengan kualitas atau peran yang gagal, hilang, atau telah membuat kita kecewa tersebut.

Ketika pekerjaan mendefinisikan hidup kita, ketika kita kehilangan pekerjaan, saat itu pula kita seolah-olah kehilangan diri kita sendiri. Ketika keindahan fisik mendefinisikan hidup kita, kita merasa ketika keindahannya memudar seiring waktu, kita ikut kehilangan diri kita sendiri. Ketika menjadi seorang ibu mendefinisikan hidup kita, ketika suatu hari hal ini direnggutkan dari kita, kita merasa seolah-olah esensi diri kita juga telah terenggut bersamanya.

Seberapa banyak di antara kita yang ingat untuk tak melulu menempatkan hidup dan diri kita dalam satu keranjang? Untuk tak membiarkan peran hidup yang satu menjadi prioritas dibandingkan yang lain?

Kita selalu bisa menjalani lebih dari satu peran dalam hidup. Kita bisa menjadi seorang ibu, seorang teman, sahabat, kekasih, penyuka binatang, manajer, direktur, pecinta makanan, penari... kita bisa menjadi banyak hal sekaligus--dan melakoni semuanya dengan kesungguhan, kebanggaan, dan rasa syukur yang sama.

Kita bisa mengisi peran berbeda dalam momen yang berbeda selama tahapan hidup yang berbeda.

Ketika kita tak membiarkan satu peran atau satu kualitas saja mendominasi definisi hidup dan diri kita, maka ketika salah satu peran atau kualitas tersebut hilang, kita masih akan memiliki banyak peran dan kualitas lain dalam hidup. Kita tak perlu merasa seolah-olah sudah tak punya apa-apa, atau kehilangan segalanya.

Salah satu alasan mengapa kita merasa sulit beranjak dari kegagalan, kekecewaan, atau kehilangan dalam hidup adalah karena kita sudah terlalu erat mendefiniskan diri kita dengan kualitas atau peran yang gagal, hilang, atau telah membuat kita kecewa tersebut.

Karena kemelekatan kita pada satu kualitas atau peranan hidup saja, kita lupa atau bahkan abai akan peran-peran lain yang sudah atau bisa kita jalankan dalam hidup.

Akibatnya, ketika satu kualitas atau peran yang terlampau erat mendominasi hidup kita ini hilang atau terenggut, kita merasa hampa. Merasa kehilangan segalanya.

Jadi, jangan pernah mengatakan bahwa sesuatu atau seseorang adalah "seluruh hidup kita". Karena ini tidak benar. Kita punya begitu banyak peran di bumi--jadi, mengakar kuat, lalu bercabanglah.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Peran atau Kualitas Diri Apa yang Paling Dominan Mendefinisikan Diri dan Hidup Kita?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Hanny Kusumawati | @hannykusumawati

Managing Editor of Kamantara.ID. A published writer and blogger at www.beradadisini.com. Organises workshops & weekend getaways in creative/travel/mindful writing & creative living.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar