3.9K
Barangkali, sudah saatnya kita pun menjarak dari diri kita sendiri. Jarak yang memberi ruang untuk bergerak, berpikir dan melihat dengan lebih leluasa.

Apa yang akan kamu katakan saat sahabat yang kamu sayangi mengalami kegagalan? Mungkin sama seperti saya, yang berusaha memberi kalimat penghibur dan memotivasinya dengan sabar. Lalu secara hati-hati memilih kata-kata, agar tak ada yang melukai, agar sahabat saya merasa dicintai dan bisa bersemangat kembali.

Lalu, apa yang biasanya kamu katakan pada dirimu sendiri, saat kamu mengalami kegagalan? Mungkin masih sama dengan saya, menyesali banyak hal, mengatakan pada diri sendiri betapa payahnya saya, dan merutuki setiap detail kesalahan.

Tanpa saya sadari, saya telah begitu tega pada diri saya sendiri, hingga lupa membuatnya tahu bahwa ia pun dicintai. Oleh dirinya sendiri.

Apakah kamu pernah mengalaminya juga?

Sedekat apa pun saya dengan orang-orang yang saya kasihi, terdapat jarak yang membuat saya bisa melihat lebih jelas. Saya bisa melihat kesedihan dan upaya orang lain, hingga fakta bahwa kadang semuanya tak seburuk yang mereka bayangkan. Tentu karena saya tak mengalaminya sendiri, maka saya bisa berpikir sedikit lebih objektif.

Barangkali, sudah saatnya kita pun menjarak dari diri kita sendiri. Membayangkan bahwa kita hanya 'menonton' kejadian yang sedang kita alami. Sehingga memiliki ruang untuk bergerak, berpikir dan melihat dengan lebih leluasa. Keluar dari 'bingkai' untuk dapat melihat gambar kita dengan jelas. Menarik diri untuk melihat diri dengan cara yang lebih adil, lebih sejati.

Bayangkan kamu sedang melihat dirimu yang telah lelah beraktivitas, berupaya semaksimal yang ia bisa. Berusaha tetap bersemangat setiap pagi hingga tidur kembali. Masih tegakah menyerangnya dengan kata-kata atau pikiran negatif?

Berangkali, sudah saatnya kita menjarak dari diri, untuk menjadikannya sahabat terbaik yang pernah ada.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menjarak Dari Diri untuk Mencintainya Dengan Sejati.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Ulfa Sekar Langit | @ulfasekar

Psychology student at Universitas Indonesia. https://starinthebox.blogspot.com

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar