3.2K
Bagaimana kita akan menggunakan suara yang sudah diberikan kepada kita? Apa yang akan kita rasakan seandainya suara itu direnggutkan dari diri kita?

Bapak itu sudah lima tahun kehilangan suara. Ia telah berobat ke sana kemari, namun hasilnya tidak kunjung sesuai harapan. Sampai suatu waktu, ia mengikuti kegiatan satu minggu berdiam untuk mengamati dan merasakan segala perubahan yang ada di badan dan pikirannya.

Tiba-tiba muncul dalam memorinya penyebab dari hilangnya suara tersebut. Amarah yang tak terselesaikan terhadap orang terkasih. Ia terus mengamati dengan tekun dan lembut. Bagai hadiah tak terkira, suaranya pun sedikit demi sedikit kembali.

Saat waktunya memecah keheningan, semua saling memperkenalkan diri. Sang Bapak mulai bicara. Haru menyaksikan sang bapak memperkenalkan diri dengan suaranya sendiri. Semua teman bisa mendengarnya.

Dia bertutur tentang hidupnya. Di akhir penuturannya, sang Bapak mengucapkan niatnya, “Saya mau menggunakan suara yang saya puna sebisa mungkin untuk kebaikan.”

Sungguh ikrar yang menyentuh hati. Seseorang yang memiliki kesulitan dalam bersuara telah berjanji kepada kehidupan, bahwa dia akan memanfaatkan apa yang ada dari suaranya untuk kebaikan.

Ketika itu, saya mendapatkan diri saya mengangguk pelan.

Hati saya menggaungkan ikrar yang sama.

Saya pun berjanji untuk menggunakan suara yang dititipkan melalui saya sebisa mungkin untuk kebaikan. Menyuarakan apa yang belum tapi perlu disuarakan. Yang selama ini belum sanggup saya keluarkan dari dalam diri. Maupun suara-suara mereka yang terlalu takut untuk bersuara.

Karena diam tidak selamanya emas.

Semoga diperkenankan. Semoga bisa tersuarakan dengan jernih.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Menggunakan Suara Demi Kebaikan: Karena Diam Tak Selamanya Emas.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Eva Muchtar | @evamuchtar

Menggemari tema kebaikan, kesederhanaan, dan hidup yang benar-benar hidup. Eva adalah murid Beshara, penggiat meditasi Bali Usada, dan praktisi terapi kraniosakral. Ia percaya bahwa kita akan menjadi versi terbaik kita bila kita menjadi diri sendiri.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar