2.3K
Bagilah cinta di saat bejana hatimu telah penuh. Karena ketika ia kosong namun kau memaksa untuk menuangkan penawar dahaga pada gelas-gelas kehidupan di luar sana, yang ada kemarau akan bertambah panjang.

Berakhirnya suatu hubungan asmara memang amat sangat tidak mengenakkan, terlebih bila hubungan tersebut telah berada dalam suatu tahap serius dan dijalankan oleh dua orang yang telah beranjak dewasa.

Bila yang menjalankan dua anak usia sekolah menengah mungkin bukan perkara rumit, meski kadang dilebih-lebihkan. Hari ini hubungan berakhir, esok pun sudah bisa menemukan pengganti. Namun apabila suatu hubungan yang terjalin melewati usia seperempat abad dimana labuhan yang dituju sebenarnya adalah pernikahan namun apa daya terpisah jua, apakah bisa menemukan pengganti secepat itu ?

Belum lagi tekanan dari pihak luar, teman-teman atau keluarga yang dengan enteng mengatakan, sudahlah..kenapa tidak cari pengganti ? Langsung menikah saja, tidak usah berpacaran. Ah.

Bagi kebanyakan orang, kata move on bermakna menemukan pengganti dari pengisi hati sebelumnya.

Kalau bisa yang jauh lebih baik. Kalau bisa dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Sungguh saya tak sepenuhnya setuju dengan definisi tersebut.

Sejatinya move on adalah kata serapan dari Bahasa Inggris yang secara harfiah berarti pindah. Namun banyak orang yang mengasumsikan kata move on ini dengan arti yang berbeda, seperti pindah ke lain hati, pindah ke lingkungan lain, melupakan kenangan yang buruk dari masa lalunya, dan seterusnya.

Dalam jangkauan logika saya, move on bila dikaitkan dengan perpisahan dalam hubungan dapat berarti perpindahan emosi. Saat di mana hubungan berakhir keadaan emosi kita sedang berada dalam keadaan kacau. Sedih, marah, kecewa bercampur aduk jadi satu. Belum lagi pikiran-pikiran luar seperti takut, ragu, dan merasa tak berarti. Itulah yang harus secepat mungkin dipindahkan dari dalam hati dan perasaan kita. Karena saat kita merasa buruk tentang diri kita, secara tidak langsung kita akan menciptakan keadaan yang semakin memburuk tiap harinya.

Semesta memberlakukan hukum sebab akibat.

Saat kita menyebabkan diri kita sedih, memutuskan diri untuk merasakan segala bentuk kedukaan, saat itulah akibat yang kita terima sejalan dengan apa yang telah kita berikan. Memang tak mudah, dan saya pun masih terus mempelajari caranya. Namun alah bisa karena biasa, dan semesta pun juga mengenal hukum akumulasi. Semakin sering kita praktikkan, maka di suatu titik kita pasti akan mengerti caranya.

Practice make perfect.

Setelah kita berhasil memindahkan perasaan negatif, tugas kita selanjutnya adalah membahagiakan diri. Roda kehidupan memang berputar, kadang diatas kadang dibawah. Suka dan duka merupakan dua hal yang amat sering kita temui di dunia ini. Namun satu hal yang sering orang abaikan adalah bahwa cara kita menghadapi dualitas dunia adalah pilihan kita sendiri.

Saya pun mulai menyadarinya setelah beberapa kali eksperimen kehidupan yang saya lakukan memberikan hasil yang sama. Bahwa kita bisa memilih untuk bahagia terlepas dari apapun keadaan yang kita hadapi. Saat hubungan berakhir, setelah menghabiskan beberapa hari untuk menangis dan bersedih (ya, cukup beberapa hari saja) segeralah bangkit.

Katakan pada dunia bahwa kita memilih untuk bahagia. Temukan hal-hal yang patut disyukuri dari perpisahan itu. Entah karena kita jadi banyak waktu luang bersama sahabat atau keluarga karenanya, atau kita jadi terbebas dari drama dan tekanan yang kerap terjadi namun selalu kita coba ingkari.

Move on juga berarti kita berpindah dari suatu keadaan yang tidak menyenangkan kedalam keadaan yang menyenangkan. Bagaimana cara kita berpindah ? Dengan memindahkan diri. Tapi tak bisa secepat kilat. Ya memang tidak ada yang mengharuskan secepat kilat.

Terima saja 'keterlambatan' waktu.

Umpamakan waktu hanyalah ilusi. Nikmati prosesnya. Di sana kita akan mengerti bahwa kadang rasa sakit itu menyenangkan. Namun Tuhan dengan adilnya menciptakan pemantik keberpindahan dengan cepat. Siapa dan Apa saja ? keluarga, teman-teman, pekerjaan, hobi, tempat wisata, hewan peliharaan, ata apa saja yang kita suka. Sekali lagi, kita yang menentukan.

Dengan ikhlas dan secara besar hati mengakui kesedihan kita, semesta akan menolong kita menemukan jalan untuk bangkit selama kita mengijinkan. Bila hati terus menolak untuk bahagia, maka bagaimana jalan itu dapat terlihat ? Saat jalan telah terbentuk, ikutilah ia. Agar kita dapat menikmati tiap langkah keberpindahan kita dengan rasa syukur.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Karena Move On Tak Melulu Tentang Mencari Pasangan Baru.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Safitri Saraswati | @SafitriSaraswati

A Single Mom, A Traveller, A Believer

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar