4.5K
Berhenti dan memulai kembali bukan hal yang mudah. Namun, seringkali, ini menjadi satu-satunya cara bagi kita untuk keluar dari kebosanan: dengan menciptakan jeda.

Bosan.

Situasi yang tak satupun manusia di dunia dapat menghindarinya. Terkadang, menjalani hari-hari yang terasa serupa dan hidup dalam rutinitas tanpa henti, pada akhirnya berujung pada kebosanan.

Menghentikan kebiasaan memang bukan hal yang mudah. Walaupun kebosanan melanda, untuk keluar dari rutinitas dibutuhkan niat, kesungguhan, dan keberanian. Tak ada awal yang tak terasa berat. Ke depannya, tentu butuh proses.

Jeda, atau istirahat sejenak dari hal-hal yang terasa melulu serupa dan terus berulang, sebenarnya bisa membantu menciptakan jarak antara kita dan hal-hal yang terasa rutin. Dengan jarak yang tercipta, kita bisa membantu melihat banyak hal lebih jernih, dan mendapatkan energi positif untuk melanjutkan hidup kembali.

Liburan, berubah haluan karir, mencoba menekuni hobi baru, atau aktif dalam komunitas merupakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk melepaskan lelah dan penat atas rutinitas yang sudah terasa semakin menekan. Beberapa hal ini merupakan jeda positif yang bisa kita lakukan.

Namun, jeda juga bisa menjerumuskan. Misalnya kebosanan yang melanda pasangan suami istri. Rutinitas kehidupan berumah tangga--bahkan dengan adanya komitmen--tak melulu membuat segala sesuatu terasa menyenangkan.

Untuk pasangan pengantin baru, biasanya hal ini belum terlalu terasa. Namun, bagi mereka yang sudah menikah cukup lama, seringkali 'me time' atau waktu yang bisa dihabiskan seorang diri menjadi harapan yang cukup tinggi.

Bertemu teman, saudara, atau kenalan baru menjadi hal yang bisa mengusir sejenak semua kepenatan. Berbagi cerita, tertawa, bahkan menangis, cukup sekadar melepas rasa yang ada. Tapi, hal ini bisa juga menjadi 'jebakan' jika kita kurang berhati-hati. Dengan alasan ingin jeda dari urusan di rumah, terkadang sebagian dari kita terpikat dengan percik-percik hubungan baru; yang biasa kita kenal dengan selingkuh.

Sekali dua kali, mungkin menyenangkan. Kita merasa memperoleh suasana baru dengan adanya wanita atau pria baru dalam hidup kita. Namun, jika jeda ini dituruti berkepanjangan, masalah baru pun akan timbul dalam hubungan ini; maupun dengan hubungan yang kita miliki di rumah.

Jangan pernah menjadikan jeda sebagai hal utama dalam hidup. Bagaimanapun, kenyataan akan mencari jalannya untuk selalu hadir, menjadi bintang utama dalam hidup kita.

Kita memang membutuhkan jeda. Namun, biarkan jeda tetap memainkan perannya menjadi hiburan yang bermanfaat baik, yang membawa harapan positif, serta kebaikan dalam hidup kita.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Jeda dalam Kebosanan.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Poetoe MadSu | @poetoemadsu

Seorang wanita yang berusaha menggapai mimpinya dengan berbagi kisah tanpa harus melepaskan harapan untuk merasakan arti hidup yang sesungguhnya. Hidupku hidupmu. Tanpa bermaksud saling mematikan rasa.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Poetoe MadSu | @poetoemadsu

Salam kenal juga yaaa ????

Safitri Saraswati | @SafitriSaraswati

Salam Kenal Geg, sesama orang Bali nih :)