2.4K
Bagaimana kamu bisa membagi cinta pada orang lain tanpa memiliki cinta untuk dirimu sendiri?

Love yourself.

Kalimat di atas sudah sering kali kita baca atau dengar dari orang lain. Mencintai diri. Apa yang dimaksud dengan mencintai diri? Atau bagaimana caranya mencintai diri sendiri?

Faktanya, banyak sekali di antara kita yang tidak tahu bagaimana cara mencintai dirinya sendiri. Ada juga sebagian kita yang menganggap dengan jatuh cinta dan mencintai orang lain berarti kita sudah memiliki cinta untuk diri kita sendiri. Padahal, belum tentu demikian, lho.

Mencintai Diri Sendiri

Mencintai diri berarti menghargai diri sendiri terlebih--menerima diri sendiri, sejujurnya, apa adanya. Bagaimana bisa kita berkata mencintai diri sendiri jika kita masih tidak bisa menerima diri apa adanya? Menerima diri berarti tidak lagi menyalahkan, mengutuki, atau mengeluh atas diri sendiri. Kita tidak sadar, bahwa seringnya menyalahkan diri bisa membuat hati kita semakin mengecil, mengkerut, dan akhirnya hanya seperti gumpalan kecil di balik tubuh kita.

Kamu - yang saat ini merasa tidak ada yang bisa dibanggakan dari dirimu, jangan pernah biarkan hatimu sendiri mengecil dan mengerut. Jangan mengubur hatimu sendiri ke tempat paling dalam yang tak terlihat oleh dirimu sendiri. Cintai dirimu, cintai hatimu, cintai apa yang kamu lakukan, cintai pikiranmu, cintai segala yang kamu miliki, baru setelah itu, kamu bisa sungguh-sungguh 'jatuh cinta' dan mencintai orang lain sepenuhnya.

Kita Pikir Ini Cinta, Padahal Bukan

Saat kita mencintai orang lain sebelum kita mencintai diri sendiri, maka kita tidak akan bisa mencintai sepenuhnya. Kita akan terjebak dalam lingkaran palsu yang kita pikir cinta, padahal bukan. Mungkin yang kita rasakan bukan cinta, tapi rasa aman. Mungkin kita merasa sukses, lega, atau bangga karena telah punya pasangan. Ada banyak rasa yang bisa kita kelirukan sebagai cinta, ketika sesungguhnya bukan.

Kita lantas mencari seseorang yang bisa 'melengkapi' semua yang kita rasakan kurang dalam diri, yang kita rasakan kurang dari hidup. Pencarian ini, akan mempertemukan kita dengan sosok yang dirasa 'pas'--karena ia menambal semua kekurangan yang kita rasakan, dan hidup kita terasa bahagia, sempurna, lengkap. Namun, ini yang perlu kita ketahui: saat kita mencintai seseorang dengan harapan bahwa seseorang itu akan melengkapi kita, kita tengah bersiap untuk kecewa.

Pada saat sosok yang kita cintai ini hilang dari kehidupan kita karena satu dan lain hal (dan kita tahu pasti bahwa segala di dunia bersifat sementara), kita akan kembali merasa tidak utuh, merasa separuh, merasa kosong, merasa tak lagi cukup, tak lagi bahagia. Ya, karena cinta hanya kita jadikan sarana untuk 'menambal' segala yang kita rasa kurang atau tidak kita sukai di dalam diri.

Memaafkan dan Berterima Kasih

Cara paling ampuh untuk bisa belajar menerima diri sendiri adalah dengan memaafkan dan berterima kasih. Percaya bahwa diri kita baik-baik saja, apa adanya.

Beri kesempatan pada hati kita untuk bangkit dari kekecewaan, kemarahan, atau kegalauan, maafkan diri atas segala kesalahan atau kemalasan yang pernah kita lakukan. Ketimbang menghitung apa yang tak kita sukai dari diri sendiri, berterima kasihlah atas segala yang kita sukai: segala sifat yang kita senangi dalam diri, serta anggota tubuh kita yang telah menemani kita dan berfungsi baik sepanjang hidup ini. Sadari betapa banyak karunia yang kita terima, betapa banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan.

Baru setelah itu, berpikirlah untuk berani bermimpi demi diri kita sendiri, menimba ilmu, mengembangkan potensi diri, melakukan segalanya yang hati kita ingin lakukan, berbagia sepenuhnya, dan kemudian, setelah itu, jatuh cintalah.

Karena dengan begitu kita tahu, bahwa cinta bukan lagi menjadi cara kita untuk mengisi kekosongan dalam diri. Karena dengan begitu kita tahu bahwa diri kita sendiri telah begitu cukup, utuh, dan penuh: dan cinta yang ada dalam diri ini akan meluap jika tidak dibagi.

You need to love yourself and be yourself one hundred percent before you can actually love someone else. - Christina Perri


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ini Alasan Mengapa Kita Perlu Mencintai Diri Sendiri Dahulu Sebelum 'Jatuh Cinta'.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Stella azasya | @stellaazasya

Mencintai matahari terbit sebagai alasannya bangun besok hari

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar