2.7K
Banyak orang berkata, "Kalau saya punya itu, saya akan bahagia," atau "Kalau saya sudah begitu, saya akan bahagia."

Bahagia jadi semacam masa depan yang belum lagi ada. Kita sibuk mengejar bahagia tanpa pernah sungguh-sungguh berbahagia, sekarang. Tapi bagaimana jika bahagia justru datang bukan ketika kita mendapatkan, tetapi ketika kita melepaskan?

Ini 11 hal yang bisa kita lepaskan dalam hidup, karena hidup tanpanya akan membuat kita lebih bahagia.


1. Hidup Tanpa Ekspektasi

1. Hidup Tanpa Ekspektasi -

Ekspektasi berlebihan seringkali justru membuat kita kecewa. 

Kita bertemu seseorang, berbincang, melewati percakapan yang menyenangkan, lalu berharap ia akan menelepon. Kita menunggu telepon berdering dengan hati gelisah. Kita mulai berpikir, "Ah, dia tidak menelepon. Mengapa, ya? Apa yang salah?" lalu kita terus menunggu dan berharap. Ketika telepon tak kunjung tiba, kita bersedih. Padahal, semua rangkaian ini bisa dihentikan jika kita tidak memiliki ekspektasi berlebih. 

Bagaimana jika kita bertemu seseorang dan terlibat perbincangan yang menyenangkan, lalu kita berkata, "Ah, senangnya, saya bertemu orang yang menyenangkan hari ini. Terima kasih." Lalu kita lepaskan pengalaman itu, kita nikmati yang sudah kita alami, tanpa berharap lebih.


2. Hidup Tanpa Menimbun

2. Hidup Tanpa Menimbun -

Saya pernah dengar seseorang berkata bahwa kalau saja manusia tidak senang menimbun, tak akan ada orang miskin atau kelaparan. Jika semua orang mengambil dan memakai segalanya seperlunya, sumber daya yang ada akan mencukupi untuk kita semua. 

Menurut saya, menimbun, baik itu menimbun pakaian, kekayaan, makanan, menimbun ilmu, bahkan menimbun kenangan, adalah bentuk keserakahan dan kesombongan tersendiri. Menimbun membuat kita selalu menginginkan lebih, sekaligus takut kehilangan. Padahal, terus menginginkan sesuatu dan tak pernah merasa cukup akan selalu membuat kita hidup tak tenang. Takut kehilangan juga membuat kita hidup digelayuti perasaan was-was. 

Jadi, bagaimana jika kita berhenti menimbun dan mulai berbagi?


3. Hidup Tanpa Mendendam

3. Hidup Tanpa Mendendam -

Dendam adalah api yang membakar dirinya sendiri. 

Tentu, ada banyak kejadian dalam hidup ketika seseorang melakukan hal-hal yang demikian kejam dan menyakitkan. Hal ini berbekas dalam diri kita terus hingga kita beranjak dewasa. Tapi menyimpan dendam bukannya menyakiti orang yang dibenci, tapi menyakiti diri kita sendiri.

Kita diserang perasaan jengkel, marah, sedih, dan kecewa setiap kali melihat orang yang dibenci. Pikiran kita selalu merancang balas dendam dan beragam skenario buruk untuk melihat hidup orang yang dibenci menderita. Kita mengisi diri sendiri dengan emosi yang bergejolak, yang membuat kita tak bisa makan, tak bisa tidur, tak bisa tenang. Kita hanya diisi dengan dendam yang membara.

Sementara itu, orang yang dibenci tak tahu apa-apa. Ia mungkin hidup tenang dan bahagia, tertawa-tawa dan tidur nyenyak setiap malam. 

Ada orang bilang, balas dendam paling manis adalah ketika kita bahagia. Dan untuk bahagia, kita perlu melepaskan dendam itu. Percaya bahwa setiap perbuatan akan mendapatkan balasan, tanpa kita perlu menghakiminya. Tak perlu melupakan, cukup memaafkan. Bukan demi orang yang dibenci, tapi demi diri kita sendiri.

Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hidup Tanpa 11 Hal Ini Bisa Membuat Kita Lebih Bahagia". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Charma Kamelia | @charma

A girl trying to find her place in the world.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar