3.4K
Hadiah yang saya buka hari ini, memang bukan hadiah yang saya harapkan. Tapi saya tetap percaya Tuhan Maha Pengasih yang selalu punya kejutan-Nya tersendiri.

Setiap hari, tak henti-hentinya ada saja yang saya minta pada Tuhan.

Lebih sopannya, selalu ada doa yang saya panjatkan pada-Nya. Bukan hanya ketika saya selesai beribadah, dari mulai matahari terbit hingga terbit lagi, banyak ini-itu yang dalam hati saya ucapkan berharap Tuhan bermurah hati mengabulkan-Nya setelah saya berusaha keras mewujudkannya dengan kemampuan saya.

Sebagai makhluk ciptaan-Nya yang diberi kesempatan, tidak ada alasan bagi saya untuk sombong, melakukan ini-itu hanya dengan kemampuan saya sendiri. Saya selalu percaya, ada hal-hal di luar nalar yang dapat terjadi menyertai kemampuan saya, dan itu semua datangnya dari Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Disela-sela rapalan doa-doa baru, saya selalu antusias menanti hadiah pengabulan dari Tuhan dari doa-doa yang saya panjatkan sebelumnya. Beberapa saya terima dengan cepat, beberapa saya dibuatnya bersabar, dan beberapa digantikan dengan yang terbaik. Begitulah Tuhan memberikan hadiah-Nya pada hamba-Nya yang banyak maunya ini.

Banyak doa yang saya panjatkan dan Tuhan bermurah hati mengabulkannya dengan cepat dan tepat

Empat tahun lalu saya yang sedang berjuang masuk ke perguruan tinggi negeri lewat jalur SBMPTN dengan ajaib diterima di salah satu perguruan tinggi negeri. Padahal kala itu saya yang lulusan Program Bahasa di SMA harus mengerjakan tes SBMPTN untuk Program IPS atau yang sekarang dikenal dengan Soshum, dan tentunya pelajaran yang saya dapat di kelas Bahasa tidak sama dengan kelas IPS.

Pertolongan Tuhan yang bekerja di sini. Karena saya sadar, tanpa berdoa pada-Nya, usaha saya tidak ada apa-apanya.

Tuhan tahu, tapi menunggu - Andrea Hirata

Empat tahun berselang, saya akhirnya menjadi salah satu mahasiswa akhir yang harus bergulat dengan sesuatu yang menggemaskan bernama Skripsi. Hampir tiap hari gemas saya dibuatnya, tak jarang sampai mewek dibuatnya. Di tengah-tengah usaha untuk menyelesaikan studi ini, lagi-lagi tak lupa saya sematkan doa di setiap akhir sujud saya, memohon kemurahan serta bantuan dari Tuhan.

Tuhan sudah tahu bagaimana saya jatuh bangun melaluinya, tapi mungkin ada sesuatu yang belum cukup dari usaha saya sendiri, hingga yang kemudian saya dapat dari Tuhan adalah hadiah berupa rasa sabar dan ikhlas untuk melaluinya.

Ya! saya dibuat-Nya percaya, Tuhan tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Sungguh Tuhan mengetahui apa yang tidak kita ketahui

Sebagai seorang perempuan berusia duapuluhan, terkadang saya dibuat resah perihal jodoh. Di tengah teman-teman yang sudah memiliki pasangannya masing-masing, tak pelak membuat saya terkadang bertanya dalam doa mengenai jodoh pada Tuhan.

Saya ingat betul, pernah saya rajin meminta segera dikirimkan seseorang yang bisa saya jadikan “pacar”, tapi Tuhan menyuruh saya untuk menunggu, menunggu, dan menunggu. Selang beberapa waktu, saya mendengar kabar tak mengenakkan tentang tetangga jauh yang dihamili kekasihnya. Seketika saya tersadar bahwa Tuhan lebih ingin menolong saya daripada mengabulkan doa saya.

Sungguh, Tuhan memang mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal amat buruk bagi kita pun sebaliknya boleh jadi kita tidak menyukai sesuatu padahal itu amat baik bagi kita. Tuhan memang sebaik-baiknya Maha Mengetahui.

Doa yang menyertai usaha dengan kemampuan kita sendiri kemudian dikabulkan oleh Tuhan merupakan hadiah Tuhan. Hadiah yang saya buka hari ini, mungkin memang bukan hadiah yang saya harapkan. Dan hadiah yang akan saya terima besok pun belum tentu yang saya harapkan hari ini. Tapi Tuhan punya kejutan-Nya sendiri. Kejutan terbaik bagi kita.

Memang siapa saya? Harus mendikte Tuhan untuk selalu mengabulkan doa yang terbaik versi saya--dan bukan versi Tuhan.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Hadiah Terbaik Versi Tuhan yang Dikirimkan untuk Saya.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Niken Kusumaningtyas | @nikenkusumaningtyas

share my words to the world, then (maybe) someday could inspire and touching more hearts.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar