2K
Kita tak pernah tahu apa yang datang setelah kesedihan. Mungkin bahagia. Kita juga tak pernah tahu apa yang akan datang setelah bahagia. Mungkin ada luka baru yang tercipta.

Bertemu, kemudian berpisah. Itulah kehidupan.

Pertemuan dan perpisahan menjadi lingkaran yang tak pernah putus. Ketika kita bertemu dengan seseorang, maka saat itu pula proses perpisahan antara kita dengan orang tersebut tengah dimulai.

Disadari atau tidak, Semesta dengan sendirinya telah mengambil alih proses tersebut. Semesta menyaring orang-orang yang terlibat dalam setiap tahapan kehidupan kita. Setiap orang memiliki waktunya sendiri-sendiri.

Pernahkah terpikir bahwa ketika seseorang harus 'lepas' dari kehidupan kita, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa waktu kita bersamanya memang hanya sampai saat itu saja?

Keikhlasan merupakan langkah untuk menyempurnakan pertemuan kita dengannya, juga dengan perpisahan itu sendiri.

Namun, kemudian akan ada pertemuan baru untuk tahap kehidupan yang baru pula: baik dengan orang-orang di masa lalu yang kembali singgah, maupun orang-orang baru yang mengantarkan interaksi-interaksi segar. Pertemuan yang menghasilkan jalinan tawa, canda, air mata dan senyuman.

Kehidupan akan terus berjalan. Sedih tak membuat dunia berhenti berputar. Hidup dengan kesadaran untuk mengetahui bahwa dalam setiap pertemuan, telah menunggu perpisahan-perpisahan. Dan dalam setiap perpisahan, telah menunggu pertemuan-pertemuan baru. Dengan demikian, kita dapat menyikapi pertemuan dan perpisahan dengan tak berlebihan.

Kita tak pernah tahu apa yang datang setelah kesedihan. Mungkin bahagia. Kita juga tak pernah tahu apa yang akan datang setelah bahagia. Mungkin ada luka baru yang tercipta. Jadi melangkahlah dengan sadar dan mawas diri. Jaga setiap tindakan, ucapan, dan pikiran agar tak ada sesal.

Tawa dan tangis merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Nikmati dan resapi keduanya, karena keduanya mengajarkan kita perihal kesementaraan. Untuk tidak melekat pada salah satunya saja--melainkan menerima keduanya, sebagai dua sisi dari kepingan yang sama.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Bukankah Setiap Pertemuan Merupakan Awal dari Setiap Perpisahan?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Poetoe MadSu | @poetoemadsu

Seorang wanita yang berusaha menggapai mimpinya dengan berbagi kisah tanpa harus melepaskan harapan untuk merasakan arti hidup yang sesungguhnya. Hidupku hidupmu. Tanpa bermaksud saling mematikan rasa.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar