1.5K
Some competition is OK, you may have to stay ahead of the game in some areas of your life, but your marriage is not one of them. When one person is always the winner, both spouses lose. - The Business of Love; 2014.

Saya menikah dengan sahabat saya sendiri.

Selama berteman kami tidak selalu akur, bahkan malam sebelum akad kami sempat bertengkar hebat hanya karena dia telat menjemput saya di salon.

Namun ternyata saat itu hal ini tidak memengaruhi keyakinan saya: bahwa menikah dengannya adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat dalam hidup.

Sampai pernikahan kini sudah mencapai usia yang ketiga, dan rupa-rupa kejadian selama kurun waktu tersebut mulai sering membuat saya mempertanyakan kembali keputusan saya menikah dengan suami.

Saya anggap ini hal yang wajar. Siapa pun pasti setuju bahwa pernikahan tidak selalu mudah. Meskipun hal ini sering dianggap sebagai ujaran klise saat diperdengarkan kepada pasangan yang tengah dimabuk cinta, nyatanya kesulitan-kesulitan dalam sebuah pernikahan adalah hal yang tak bisa dipungkiri.

Begitu banyak cara yang bisa mempersatukan dua manusia dalam satu ikatan pernikahan, mulai dari pacaran, taaruf, sampai sistem aplikasi jodoh online. Namun tak ada satu pun cara yang bisa menjamin bahwa pernikahan yang kita jalani akan berlangsung mulus tanpa hambatan.

Berdebat dalam Pernikahan, Siapa yang Harus Mengalah?

Sebagai seorang perempuan yang dibesarkan sebagai Generasi Y, pola komunikasi yang terbuka adalah makanan sehari-hari saya. Terkadang, hal ini membuat saya lupa bahwa dalam sebuah rumah tangga tetap harus ada rasa saling menghargai. Bahwa menjadi egaliter dengan suami tidak berarti kita bisa seenaknya memaksakan apa yang menurut kita benar. Bahwa perlu ada rasa hormat dalam sebuah hubungan, dair kedua belah pihak.

Cara penyampaian saya sebagai perempuan yang cenderung spontan, tidak berurutan dan dibumbui emosi, ternyata seringkali gagal menanamkan poin-poin penting dalam pikiran saya kepada suami. Ujungnya, perdebatan terjadi tanpa henti dan berakhir dengan suami yang lelah berdebat, lalu 'mengalah' dan membiarkan sang istri 'menang'.

Lalu apakah dengan begitu saya merasa menang? Tidak, karena bukan itu tujuan yang saya cari. Suami yang lelah berdebat dan terpaksa memilih diam atau mengalah, tak mampu menenangkan ego saya sebagai istri yang sedang kalut.

Rutinitas yang menahun perlahan-lahan memang bisa membuat kita lupa akan impian kita pada masa awal pernikahan dulu. Ada begitu banyak cita-cita manis yang diimpikan bersama saat itu: mulai dari hendak punya anak berapa hingga kelak menghabiskan masa tua di mana.

Buat saya, saat kesal dan kalut melanda, saya mencoba menyisihkan ego sejenak, dan mencoba mengingat kembali awal-awal pernikahan kami dulu. Mencari 'kewarasan' dalam diri saya sendiri. Mengingat semua hal manis itu, saya sadar bahwa ada banyak hal yang lebih berharga untuk dipertahankan ketimbang sekadar 'menang' dalam sebuah perdebatan.

Berdebat memang bisa jadi salah satu sarana menyalurkan emosi yang tertahan, tapi selama yang dimenangkan adalah ego masing-masing, perdebatan itu tak akan mampu menyelesaikan masalah. Berfokus memenangkan ego sendiri hanya akan membuat kita semakin lelah dan kehabisan tenaga dalam pernikahan. Sebuah pernikahan bukan ajang kompetisi di mana satu orang menang dan yang lain kalah, atau tentang siapa yang mesti ngotot dan siapa yang mesti mengalah.

Pernikahan mengajari saya berdamai dengan ego saya sendiri demi memenangkan kedua belah pihak: saya dan pasangan. Dan ini bisa dicapai dengan melapangkan hati, mencari jalan tengah, dan berkompromi, dilandasi rasa hormat terhadap pasangan, dan terhadap pernikahan itu sendiri.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Berdebat dalam Pernikahan, Siapa yang Harus Mengalah?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Dewi Nurfitriyana | @dewinurfitriyana

an engineering graduate who's previously working as banker and now back to basic by being a mom and working as a Planner.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

Daftar Online BPJS