5.4K
Semenjak berteman dengan Anxiety Disorder, saya sekarang memiliki kotak ajaib dan beberapa benda pamungkas yang pasti ada di tas.

Terkadang saya suka tersenyum sendiri sambil bergumam, "Kenapa benda-benda ini menjadi sahabat baik saya sekarang?"

Namanya serangan panik, kapanpun bisa menghampiri, tak kenal tempat dan waktu. Mungkin ketika kita sedang di transportasi umum, di komplek pertokoan, di kantor, bahkan di rumah sendiri. Namun saya bersyukur, teman saya ini sudah tidak sering datang menghampiri.

Masih terkadang, tapi itupun hanya sesekali. Lebih banyak kebahagiaan yang membuncah dari pada cemas yang kadang tidak ada sebabnya. Saya juga bersyukur dikelilingi orang-orang yang mau memahami saya apa adanya, mendukung saya akan keputusan apapun, dan yang paling utama: diri ini bisa sangat diajak bekerja sama dalam menghadapi si Anxiety Disorder ini.

Ternyata, pertemanan saya dengannya menghasilkan kebiasaan unik di mana saya kerap menjadi akrab pula dengan beberapa "benda pamungkas". Kemanapun saya pergi, benda -benda ini tidak pernah ketinggalan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Air Putih

Air sifatnya menenangkan; dan ini sudah terbukti. Ketika serangan panik datang, di mana terasa gelisah dan debar jantung semakin kencang, saya langsung meminum air putih secara perlahan. Tak heran jika saya selalu siap sedia botol minum di tas. Bisa juga dilakukan dengan cipratan-cipratan kecil yang kita kibaskan ke muka agar segar setelahnya. Percayalah, air putih merupakan pilihan yang tepat untuk menetralisir energi-energi negatif di dalam tubuh kita. It works for me.

2. Essential Oil

Membaca manfaat dan melihat beberapa iklan di Instagram, membuat saya ingin coba-coba saja awalnya. Harganya sangat beragam dari yang murah hingga yang mahal sekalipun. Saya mencoba essential oil yang wanginya campuran dari Lemon, Lavender, Vanilla, dll. Cukup dihirup atau diteteskan di baju juga bisa.

3. Buku Agenda, Pulpen & Buku Bacaan

Selain mempersilakan Anxiety Disorder ini datang, terkadang kita juga perlu mengalihkannya ke kegiatan lain. Dengan mengenal beberapa orang penulis, saya bisa tahu akan konsep freewriting. Kita tuangkan apa saja yang ada di pikiran dan benak kita saat itu. Biasanya saya menggunakan stopwatch menulis 3 - 5 menit tanpa jeda, lalu saya membaca lagi tulisan itu. Macam-macam respon setelahnya, pernah sampai menangis. Namun akan lega setelahnya. Teman-teman juga bisa mencoba, ya! Membaca buku bacaan apa saja juga ampuh, selain kita lupa kalau kita sedang gelisah, kita juga bisa fokus menyerap pengetahuan yang ada, jadi kondisinya kembali terasa enak lagi.

4. Minyak telon

Biasanya efek cemas adalah asam lambung naik, ini bisa membuat kondisi perut tidak enak memang. Tapi saya sudah terbiasa. Minyak telon yang biasa dipakai bayi membantu juga dalam mengatasi kondisi ini.

Dengan adanya bekal ini di tas, saya tidak terlalu khawatir lagi jika serangan panik itu datang. Cukup kenalkan beberapa "teman-teman" ini kepadanya. Mereka akan membantu kita menghadapi kepanikan yang menyapa. Kalau kamu juga tengah berkawan dengan Anxiety Disorder, coba kenali apa saja benda-benda pamungkasmu. Bisa saja, benda-benda yang membantu saya bisa membantumu; tapi coba tanyakan pada 'kawanmu' itu: benda-benda pamungkas apa yang bisa membantumu menghapinya?

Satu hal yang saya pelajari semenjak didiagnosa dengan Anxiety Disorder: jangan jadikan Anxiety Disorder sebagai musuh. Saya pernah memusuhinya, dan bukannya tambah baik, saya malah merasa tertekan dan selalu gelisah. Jadi, berkawanlah dengannya. Coba kenali dan mengerti dia seperti seorang sahabat. Mungkin, suatu saat kita akan bersyukur karena kehadirannya.

Tetap semangat! Kamu tidak sendirian, kok.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Benda-benda Pamungkas Sederhana Ini Membantu Saya Menghadapi Anxiety Disorder.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Diah Rahmawati | @Diahrahmawati88

Hidup. Nikmat dari Sang Maha yang paling berharga. Lalu, untuk apa kita hidup kalau tidak mau berbagi untuk sesama? Menulis bukan hanya baik untuk raga, sekaligus terapi untuk jiwa.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar