2K
Ben berbeda. Dia nakal, sekaligus cuek.

Namanya Ben. Dia beagle peliharaan Bayu, teman SD yang tinggal depan rumah Kakekku.

Ben anjing pertama yang membuatku jatuh cinta dan tidak takut, meski selama bertahun-tahun aku selalu ketakutan dengan binatang berkaki empat itu. Mungkin karena trauma, saat kecil, tiap melewati rumah kakak kelas sekaligus tetanggaku, ia selalu melepaskan anjingnya untuk menggodaku. Mungkin karena tak terbiasa, mengingat Ayah dan Ibu selalu melarang memegang, apalagi memelihara binatang. Mungkin karena teringat pengalaman buruk, saat ikan hias, binatang peliharaan pertama yang diam-diam kubeli di depan SD, mati tertimpa jaket Ayahku.

Ben berbeda. Dia nakal, sekaligus cuek. Aku ingat, sewaktu Nenek masih hidup dan tengah berjuang menghadapi kanker, Beliau selalu terhibur dengan Ben yang dengan polosnya masuk ke rumah, melewati ruang keluarga, dan hampir buang air kecil di sana. Lain waktu, Ben bisa datang ke rumah, meminta minum dan ngeloyor begitu saja.

Aku ingat, aku pernah patah hati saat kuliah, karena Ayah bilang, Ben hilang. Tidak ada yang tahu Ben di mana. Sampai akhirnya, dua bulan kemudian, seorang pengumpul koran memberitahu Bayu kalau Ben dirawat seseorang yang tinggal di rumah, berblok-blok jauhnya.

Ben akhirnya memang pulang. Tapi dia jadi sosok yang berbeda. Lebih pendiam dan tak acuh, mungkin karena sering dikurung Bayu dan keluarganya di rumah. Mereka tak mau ambil risiko, suatu saat Ben pergi dan menghilang, lagi.

Sekarang, tiap kali aku takut memulai sesuatu, entah hubungan, entah pekerjaan, aku selalu ingat pada Ben. Bahwa akan selalu ada Ben yang lain, yang mengajariku tentang perkecualian, untuk berani memulai dan mencintai sesuatu, betapapun sedih, takut, trauma, kecewa, marah dan skeptisnya aku.




Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Ben dan Semua Perkecualian Itu.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Inez Hapsari | @inezhapsari

Yoga addict. Melancholic, yet helplessly romantic.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar