2.1K
Saya percaya, kita memiliki relung-relung dalam tubuh kita, dan setiap relung itu melambangkan kekurangan, kelemahan, kerinduan, serta keinginan-keinginan yang belum tercapai.

Kita tidak langsung menyadari keberadaan relung-relung pada tubuh kita itu, sampai suatu ketika seseorang masuk ke dalam kehidupan kita. Ia mengisi relung-relung itu. Kita tidak tahu apa itu kekosongan, sampai kekosongan itu diisi. Sama seperti kita tidak tahu betapa kita membutuhkan sesuatu sampai kita kehilangannya.

Kehilangan. Inilah jenis sakit yang begitu saya benci. Sakit yang membingungkan.

***

Kehilangan membuat saya sadar bahwa seseorang tidak perlu menyakiti saya secara langsung agar saya sakit hati. Seseorang dapat menyakiti saya dengan memberikan hari-hari terbaik dalam hidup saya, lalu pergi dan meninggalkan suatu palung kekosongan yang tidak diketahui dalamnya.

Maka, saya menyadari bahwa kehilangan menyebabkan kesakitan, namun kehilangan bukan kesakitan itu sendiri. Kehilangan tidak menyebabkan sesuatu hilang dari kita, namun kehilangan hanya mengosongkan kembali relung-relung yang awalnya memang kosong dalam diri kita.

Saya merasa kecewa karena telah membiarkan diri saya terhanyut dalam kesedihan dan menghabiskan sebagian besar waktu memikirkan yang telah hilang. Namun, saya juga bersyukur karena dalam kehilangan, saya menemukan sebagian dari diri saya.

***

Saya percaya, kita memiliki relung-relung dalam tubuh kita, dan setiap relung itu melambangkan kekurangan, kelemahan, kerinduan, serta keinginan-keinginan yang belum tercapai.

Dalam kehilangan, saya menemukan sebagian diri saya. Bagian di mana kekurangan, kelemahan, kerinduan, serta keinginan-keinginan yang belum tercapai itu bersemayam. Kehilangan yang perlu saya alami untuk menemukan diri saya sendiri. Tanpa semua kehilangan itu, diri saya tidak mengenali dirinya sendiri.

Karena saya adalah batu dengan relung-relung.

Bentuk saya tidak utuh maupun sempurna. Kita berbeda dari satu sama lain karena jumlah dan letak relung-relung dalam tubuh kita berbeda, dan relung-relung tubuh kita hanya akan terlihat ketika relung-relungnya tak terisi.

Dalam kehilangan, saya menyadari keberadaan luka-luka lama yang tertutupi. Masa lalu yang membuat saya lemah, kehilangan-kehilangan lama yang menghadirkan berbagai keinginan yang belum terpenuhi, serta kerinduan yang membuat saya rapuh.

***

Kehilangan menyentuh saya tepat pada luka-luka dalam relung-relung yang tidak saya sadari keberadaannya sampai ia terasa nyeri ketika disentuh.

Kehilangan tak membuat saya kekurangan. Kehilangan hanya membuat saya teringat akan kelemahan dan kekuatan di dalam diri. Teringat kembali untuk mencintai relung-relung saya yang pernah kosong--atau yang pernah terisi, kemudian menemukan kedamaian di antara keduanya.



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Apa yang Kita Temukan Saat Kita Kehilangan?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Rachel Diercie | @racheldiercie

Pecinta seni dan sastra. Hidup dari membaca, berjalan kaki, dan kopi.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar