7.2K
Saya telah banyak kehilangan orang-orang yang saya cintai, entah karena kami akhirnya terpisah menjelang dewasa, ataupun kami 'secara dimensional' berpisah pada saat mereka meninggal dunia. Yang menyusul setelahnya adalah periode berkabung dan perjuangan untuk bisa 'melanjutkan hidup'.

Tentang Kehilangan

Beberapa tahun yang lalu, ketika sedang merawat patah hati, saya menemukan dialog Ibu dan anak perempuannya dalam sebuah novel remaja. Dalam bab yang saya baca, Ibu-anak ini tengah berdebat tentang pacar sang anak perempuan. Saya tidak bisa mengingat judul novel itu, maupun jalan percakapannya secara persis, tapi dialog itu berjalan kurang-lebih seperti ini:

Anak Perempuan: But he is my WHOLE world!

Ibu: Jangan pernah bilang begitu tentang siapapun! Bahkan tidak juga tentang Ibu!

Dan tiba-tiba saya seperti mendengar bunyi 'klik'.

Saya telah banyak kehilangan orang-orang yang saya cintai, entah karena kami akhirnya terpisah menjelang dewasa, ataupun kami 'secara dimensional' berpisah pada saat mereka meninggal dunia. Yang menyusul setelahnya adalah periode berkabung dan perjuangan untuk bisa 'melanjutkan hidup'.

Tentang Menemukan Perasaan-perasaan

Dari episode kehilangan yang saya lewati, saya baru sadar bahwa ternyata kita tidak hanya kehilangan 'seseorang'. Kita, terlebih, kehilangan perasaan yang kita dapatkan saat bersama seseorang yang hilang itu. Kita kehilangan perasaan dan peran yang melekat pada individu ini. Jadi, ketika kita kehilangan seseorang, kita kehilangan perasaan dan peran orang tersebut dalam kehidupan kita.

Ketika ibu saya meninggal dunia, saya kehilangan sahabat, rasa aman, tujuan hidup... dan dukungan. Di lain waktu, ketika 'kehilangan pacar', saya kehilangan perasaan dicintai dan dikasihi, kehilangan impian akan masa depan yang sudah saya bangun bersamanya di angan-angan... kehilangan kepercayaan diri, kegembiraan, dan sumber inspirasi saya.

Saat itulah saya tahu mengapa karakter Ibu di novel remaja yang saya baca mengatakan bahwa kita tidak bisa menjadikan seseorang sebagai SEGALA-GALANYA. Sebagai our whole world. Karena saat itu terjadi, kita membuat orang tersebut bertanggung jawab untuk memberikan semua perasaan yang ingin kita rasakan. Kita membuat orang tersebut bertanggung jawab atas diri kita, kehidupan kita, kebahagiaan kita.

Orang-orang hadir dan pergi dari kehidupan kita setiap waktu. Ketika kita menempatkan seluruh hidup kita di tangan satu orang saja, ketika orang itu pergi, bersamanya kita juga akan kehilangan seluruh hidup kita. Ini adalah saat yang paling sulit untuk melanjutkan hidup dan mengobati kehilangan; karena kita berkabung atas kehilangan yang luar biasa besar: kehilangan seseorang, juga kehilangan jati diri kita sendiri.

Tentang Melanjutkan Hidup

Beberapa tahun terakhir ini, saya belajar untuk tidak menaruh 'telur' saya dalam satu keranjang. Saya mencoba mendapatkan berbagai perasaan yang ingin saya rasakan dari orang-orang yang berbeda, di tempat-tempat yang berbeda, dengan melakukan hal-hal yang berbeda.

Lebih penting lagi, saya belajar bagaimana menumbuhkan perasaan-perasaan itu dari dalam diri.

Saya mengelilingi diri dengan teman-teman yang bisa memberikan kasih-sayang dan dukungan moral. Saya membangun impian-impian saya sendiri. Saya membeli asuransi jiwa. Saya belajar meditasi. Saya meluangkan waktu untuk berbagi dan melakukan kerja sosial.

Apakah itu perasaan senang, disayang, dicintai, perasaan berguna, bermanfaat, atau produktif, kini saya mencoba menumbuhkannya lewat berbagai aktivitas. Dan berusaha untuk tidak bergantung pada sosok satu orang saja untuk memberikan saya semua perasaan ini.

Kita perlu menumbuhkan perasaan yang ingin kita rasakan; alih-alih menunggu seseorang untuk memberikannya kepada kita. Dengan beginilah kita dapat memelihara dan merawat hati kita: dengan menciptakan perasaan itu dari dalam diri dan menumbuhkannya kembali saat kita kehilangan sosok-sosok yang berarti di sepanjang jalan.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Apa Sebenarnya yang Hilang Saat Kita Kehilangan?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Hanny Kusumawati | @hannykusumawati

Managing Editor of Kamantara.ID. A published writer and blogger at www.beradadisini.com. Organises workshops & weekend getaways in creative/travel/mindful writing & creative living.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar

Crystal Monica | @alibabaalibabi

makasih kak info nya Kata Kata Motivasi