1K
Tanyakan apa saja yang mengusik hatimu lewat Twitter praktisi kesehatan holistik @suhahoedi dengan hashtag #akusuhakamu. Pertanyaan terpilih akan dijawab lewat Kamantara.id

PERTANYAAN PEMBACA:

Egois dan mengejar kebahagiaan sendiri: di mana batasannya? Bagaimana jika mengejar kebahagiaanmu berarti kamu akan membuat orang lain sedih, cemas, atau tidak bahagia?

JAWABAN SUHA:

Pertama-tama sebelum menjawab pertanyaan ini, mungkin kita perlu membedakan antara selfish (egois) dan self-love (mencintai diri sendiri). Karena ketika mengejar kebahagiaan, seseorang bisa saja didasari oleh sikap selfish atau self-love.

Dalam buku saya "Seni Mencintai Diri Sendiri", saya membedakannya sebagai berikut:

Selfish:

• Didorong oleh rasa takut

• Tidak mempedulikan atau mempertimbangkan keadaan orang lain sama sekali

• Hanya mementingkan keuntungan dan kesenangan sendiri

• Kesuksesan jangka pendek, tidak ada orang yang mau bekerja sama dengan orang yang egois

• Contoh: berjuang dalam karir dengan menjatuhkan orang lain, karena takut orang lain akan menghalangi kemajuan Anda.

Self-love:

• Didorong oleh rasa cinta

• Selalu mempertimbangkan diri sendiri dan orang lain sebelum mengambil keputusan, karena Anda tahu rasa tidak enaknya saat seseorang yang sedih atau tersakiti, sehingga Anda tidak mungkin melakukannya dengan niat menyakiti dari awal.

• Tidak semata-mata memikirkan keuntungan dan kesenangan pribadi

• Membantu kesuksesan Anda dalam jangka panjang, semua orang ingin bekerja sama dengan orang yang menyenangkan dan memikirkan orang lain.

• Contoh: berjuang mencapai mimpi dengan sepenuh hati, sambil berbagi dengan yang lain dan membantu kesuksesan orang lain dalam prosesnya, karena mengetahui bahwa dengan berbagi, Anda menjadi lebih bahagia.

Jadi berjuang mendapatkan yang kita inginkan (pursuing our happiness) bisa menjadi aksi yang selfish atau aksi yang self-love. Indikasi yang paling mudah adalah rasa yang mendasari/ mendorong kegiatan tersebut: apakah karena rasa cinta atau rasa takut?

Bagaimana jika mengejar kebahagiaanmu berarti kamu akan membuat orang lain sedih, cemas, atau tidak bahagia?

Trust me, whatever you do, you can't please everyone. Anda tak akan bisa menyenangkan semua orang. Anda tentunya akan pernah membuat seseorang sedih, cemas, atau tidak bahagia. Karena kita tak bisa mengendalikan perasaan maupun pemikiran orang lain. Semua itu berada di luar diri kita. Jika Anda mencoba menyenangkan seseorang dengan keputusan Anda, Anda sudah bisa diramalkan akan menemukan kegagalan di akhirnya nanti: karena pada dasarnya ini adalah hal yang mustahil.

Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah:

Cek: Mengecek apakah yang mendorong kita rasa cinta atau rasa takut. Kalau karena cinta, lanjutkanlah. Kalau rasa takut, stop sebentar dan bertanya kepada diri Anda: "Apakah ini representasi terbaik dari diri saya?" Jika bukan, ubahlah apa yang Anda lakukan sampai niatnya adalah rasa cinta.

Kontemplasikan: Mungkin ada cara lain dimana Anda bisa tetap melakukan apa yang ingin Anda lakukan tanpa membuat sekitar Anda sedih, cemas, atau sakit hati. Terkadang awan stres mengganggu kejernihan kita dalam berpikir. Meditasi sangat membantu kejernihan Anda dalam melihat masalah apa adanya; tanpa disaput emosi yang berlebihan.

Diskusikan: Terkadang memang secara dengan tidak sengaja akan ada orang-orang terkasihi yang tersakiti, biarpun yang kita lakukan merupakan bentuk dari self-love. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah ajak berdiskusi dengan orang tersebut dari hati ke hati. Mungkin ingatkan juga ke mereka bahwa apa yang mereka takutkan belum terjadi dan belum tentu terjadi, so they can relax.

Pikirkan dan Tulis: Pikirkan terlebih dahulu apa yang Anda akan katakan, kalau perlu tulis di selembar kertas. Instead of stressing about their reaction, let's figure out how we can deliver the message compassionately. Ingatkah ada pepatah yang bilang "It's not about the message, it's about how you deliver the message." Kita pun sama sekali tidak punya kontrol akan reaksi orang lain setelah mendengar apa yang kita sampaikan. Tetapi kita akan selalu punya kontrol dengan bagaimana kita menyampaikannya.

Let go and surrender: Karena terkadang meskipun kita sudah mencoba menyampaikan pesan sebaik mungkin, akan ada orang-orang yang selalu melihatnya secara negatif. Selama kita sudah mencoba sebaik mungkin, ingatlah: "Their reaction didn't say anything about you, but it says a lot about them". Ingatlah juga tentang hukum alam, bahwa hanya orang-orang yang membuat kita terus bertumbuh dan majulah yang akan terus hadir di sekitar kita.

Semoga membantu!

Love and smile,

Suha Hoedi

PS: Bagi pembaca Kamantara yang ingin mengunduh buku "Seni Mencintai Diri Sendiri", silakan klik disini.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "#AkuSuhaKamu: Mengejar Kebahagiaan Sendiri = Egois?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Suha Hoedi | @suhahoedi

Suha Hoedi adalah seorang praktisi kesehatan holistik dan speaker, selalu berusaha untuk kreatif, eksploratif, dan inovatif dalam pendekatan, pengenalan, pengasahan intuisi - baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari - guna memahami dan meng

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar