4.9K
Berbagi hidup memang tidak semudah yang aku kira karena tidak banyak yang mengerti kita. Bagaimana kita dapat meneruskan kalau tidak saling memahami.

Tidak ada yang spesial dari sebuah perkenalan. Yang pasti selalu ada nama yang disebutkan dan impresi yang ditemukan. Yang bahkan seiring berjalannya waktu kita akan lupa pada hari itu. Hari yang membawa kita pada hari ini. Tapi di antara lupa-lupa yang menimbun, ada beberapa yang akan membuat kita tiba-tiba tersenyum kecil saat mengingatnya dalam perkenalan-perkenalan yang berlanjut. Pernahkah kamu merasa seperti itu?

Iya, aku juga sama. Aku tertawa kecil ketika menemukan memori itu dalam otakku. Ajaib bukan bagaimana beberapa perkenalan di masa lalu itu terpilih dalam masa kini kita. Seperti ada banyak rahasia yang digenggam sebuah perkenalan. Bagaimana ia bisa tetap bertahan dan berakhir. Dan bagaimana waktu mengenal tidak menentukan keinginan untuk melanjutkan.

Aku mengenalmu mungkin tak lebih lama dari teman masa kecilku. Aku mengenalmu baru saja. Dalam sebuah ekspektasi yang tiada. Tapi dari sana aku temukan banyak hal luar biasa. Bukan karena jalan kita yang selalu lurus dan tanpa perdebatan, melainkan karena segala dinamika yang ada. Tangis, tawa, duka, bahagia, kecewa, dan segalanya. Tentang pagi yang kadang muram atau malam yang kadang benderang. Kita saling berbagi tentang hidup kita.

Berbagi hidup memang tidak semudah yang aku kira karena tidak banyak yang mengerti kita. Bagaimana kita dapat meneruskan kalau tidak saling memahami. Dan realita bagaimana kamu dapat mengerti aku, itu yang sungguh tak bisa dinalar. Aneh bukan bagaimana sedikit orang dapat memahami meski kita menceritakan hal yang sama kepada semua orang. Seolah seperti penelitian yang diberi perlakuan sama tapi hasilnya berbeda. Iya, manusia memang berbeda.

Perkenalan yang berlanjut pada pertemuan-pertemuan berikutnya itu membuatku semakin mengenalmu. Apa-apa yang membuatmu kadang menangis sendirian, tertawa kecil saat memandangi layar ponsel, mengumbar senyum pura-pura hanya untuk tampak kuat, memendam segala masalah sendirian dan baru menceritakannya setelah terselesaikan, mengeluh di media sosial, bergonta-ganti pacar, menggosipkan artis-artis mancanegara yang bahkan tidak pernah bertemu, pusing sendiri mencari solusi atas kekacauan dunia yang bahkan banyak yang tak mungkin dilakukan, berbicara tentang definisi-definisi, jalan-jalan yang ujung-ujung mencari tempat ngobrol dan lupa berfoto, dan masih jutaan lagi tentangmu.

Kamu dan aku memang mengagumi hal yang berbeda. Tapi perbedaan-perbedaan itu yang mempersatukan.

Sebelumnya aku jarang sekali berpikir bahwa mengenal seseorang bisa sebahagia ini. Kamu tahu, ini seperti mengenal diriku sendiri.

Untuk kamu, yang kusebut teman-temanku. Mengenal kalian adalah bahagia.


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Aku Tak Pernah Mengira Bahwa Mengenalmu Adalah Tentang Mengenal Bahagia.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

AA Rosyidah | @aarosyidah

a wanderer, diving in the blue of words

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar