4.9K
Tidak seorang pun berada dalam kondisi baik-baik saja saat ada kejadian yang menyakiti hatinya. Baik itu putus cinta ataupun masalah lainnya.

Suatu ketika, aku pernah membaca tulisan yang dibuat oleh temanku.

Tulisan singkat mengenai seseorang yang tidak mau terlepas dari gawai yang ia miliki.

Temanku pun bertanya, "Mengapa kamu tidak bersosialisasi dengan yang lain? Apakah kamu tidak bisa melepaskan gawai itu barang sejenak?"

Kemudian, orang tersebut memandang temanku sejenak. Meringis sekilas. "I don't want to get hurt. This thing couldn't hurt me. So I choose to be with this thing instead of with another people."

Baiklah.

Mungkin banyak yang merasa bahwa orang tersebut terlalu memikirkan dirinya sendiri.

Tapi bagiku, aku mengerti apa yang dia rasakan.

Ia hanya tidak ingin sakit hati.

Mungkin saja, di masa yang lalu, ia mengalami trauma mendalam akan sosialisasi.

Pada akhirnya, ia memilih untuk bergaul bersama benda mati daripada makhluk hidup.

Meminimalkan kemungkinan untuk mengalami sakit hati yang entah bisa disembuhkan atau tidak tidak.

Mungkin, semua orang pun demikian.

Tidak mungkin ada orang yang senang sakit hati.

Aku pun tidak.

Bagiku, menjaga hatiku sendiri itu sangat sulit untuk dilakukan.

Meskipun semua orang berusaha menghibur dan terus mengatakan, "Tenang, semua akan baik-baik saja. Kamu akan baik-baik saja."

Oh, kupikir tidak demikian.

Tidak seorang pun berada dalam kondisi baik-baik saja saat ada kejadian yang menyakiti hatinya. Baik itu putus cinta ataupun masalah lainnya.

Lalu, apakah kemudian kita bisa menghindarinya?

Sayangnya tidak.

Kita tetap akan terus mengalami sakit hati. Bagaimanapun bentuknya. Tak peduli juga mengapa.

Pertanyaannya adalah: jika di akhir hari, kita semua tak luput dari sakit hati, seperti apa kita hendak menjalani kehidupan kita saat ini? Dengan bersembunyi darinya, atau dengan mencoba berkawan dengannya?


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Aku Benci Sakit Hati, tapi Aku Terus Sakit Hati". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Puji P. Rahayu | @PujiPRahayu

Hanyalah seorang mahasiswi ilmu hubungan internasional yang suka bermimpi. Mencoba untuk menghargai hidup setiap detiknya. Mencintai membaca dan juga menulis.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar