6.4K
Prinsip saya sederhana, hidupi hidupmu dengan sungguh-sungguh. Jika kelak harus mati, semoga tak banyak penyesalan dengan segala tabungan waktu yang ada.

“Kamu percaya dengan kehidupan setelah mati?” tanya seorang teman pada saya melalui chattingan Whatsapp.

Saya terpekur sesaat, terdiam dan memandang langit biru yang begitu dramatis dengan hiasan ranting-ranting pohon. Pagi itu Kota Apel cerah dan kami berbincang tentang kematian. Sungguh cara yang indah memulai hari.

Setelah diam beberapa saat, saya membalas pertanyaan tersebut. Jawaban saya kira-kira begini,

“Sebagai seorang Katolik, harusnya saya percaya. Sebagai Tionghoa pun, seharusnya saya percaya. Tapi entahlah, saya tak pernah benar-benar memikirkannya selama ini. Saya berpikir banyak tentang kematian, tapi tak pernah terpikir tentang kehidupan setelah mati, sampai kamu menanyakannya."

Prinsip saya sederhana, hidupi hidupmu dengan sungguh-sungguh. Jika kelak harus mati, semoga tak banyak penyesalan dengan segala tabungan waktu yang ada.

Seandainya ada karma dan reinkarnasi, akan ada kehidupan yang kedua, ketiga dan seterusnya, serta jika karena semua tindakan saya dan--bilang saja saya--harus berubah menjadi sapi, maka saya akan menerimanya dengan segala lapang hati. Jika tak ada yang akan terjadi, sekalipun dengan begitu artinya nyawa ini hilang begitu saja, pun saya telah menjalani hidup dengan cara yang saya pilih.

Intinya tak ada sesal.

Ketika selesai menuliskan jawaban ini, saya sendiri sedikit terkejut dengan jawaban yang saya berikan. Banyak hal yang tak pernah kita sadari hingga sebuah pertanyaan random muncul. Saya tersenyum ketika membacanya. Menyadari betapa pragmatisnya saya sekarang.

Banyak hal di dunia ini yang tidak saya ketahui pasti, tapi saya yakin dan percaya menghidupi hidupmu dengan sebaik-baiknya dan menggunakan waktumu dengan sebenar-benarnya untuk menyebarkan kebaikan dengan caramu tak akan pernah salah. Jadi mengapa risau dengan apa yang akan terjadi nanti?

Mari pastikan hari ini menjadi sesuatu yang tak disesali, lalu biarkan Semesta bekerja dengan caranya.

Kalau kamu? Apa kamu percaya dengan kehidupan setelah kematian?



Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "Adakah Kehidupan Setelah Kematian?". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Natalia Oetama | @Natalivy

Pecinta senja, pengamat langit, petualang hidup, penyuka gerimis, penggemar puisi. Baginya menulis itu terapi agar tetap waras dari pesta pora di kepala.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar