873
Ada satu latihan yang biasanya saya lakukan saat merasa galau, gundah, atau gelisah.

MERASA GELISAH

Ya, perasaan ini masih menyapa kadang-kadang. Perasaan gamang, tidak nyaman, bahkan jenuh. Masalahnya, terkadang kita tidak benar-benar tahu persis apa yang menyebabkan kita merasa demikian. Yang kita tahu, kita merasa tidak enak hati, tidak nyaman, tidak puas akan 'sesuatu'. Ketidaktahuan inilah yang terkadang, membawa kita pada kegundahan berlarut-larut.

Ada satu latihan yang biasanya saya lakukan saat merasa galau, gundah, atau gelisah. Latihan ini terdiri dari 3 langkah saja.

Langkah pertama adalah membuat daftar kemungkinan penyebab kegundahan yang saya rasakah.

LANGKAH 1. MEMBUAT HATE-LIST.

Ketika saya berada dalam keadaan limbo (bagi saya ini berarti tidak benar-benar tahu apa yang salah, tapi pada saat bersamaan mengetahui ada sesuatu yang salah), saya mengambil selembar kertas dan pulpen, lalu mulai menuliskan hal-hal yang membuat saya merasa tidak bahagia, tidak nyaman, atau tertekan.

Terkadang, hasilnya adalah daftar pendek--dan kali lainnya, sangat panjang. Saya mencatat semuanya: hal yang tidak saya sukai atau bahkan 'benci'. Hal-hal yang saya khawatirkan. Hal-hal yang telah mengusik benak saya semalaman. Apa yang membuat saya stres? Apa yang membuat saya merasa tidak puas dan tidak nyaman?

Saya tidak menulis berlembar-lembar jurnal keluh-kesah. Yang saya lakukan sederhana. Hanya membuat daftar, seperti di bawah ini:

  • Saya benci terjebak dalam rutinitas dari pukul 9 pagi sampai 5 sore.
  • Saya khawatir dengan kondisi kesehatan orang tua saya.
  • Saya marah pada diri sendiri karena merasa tidak produktif.
  • Saya geram dengan orang-orang yang membatalkan janji pada detik-detik terakhir.

LANGKAH 2. MENGUBAH HATE-LIST MENJADI LOVE-LIST.

Ketika saya merasa sudah tak bisa memikirkan apa-apa lagi yang saya benci, saya berhenti menulis dan melihat kembali daftar yang sudah saya buat. Di sana, terpapar semua hal yang saya benci, yang saya tidak sukai. Hal-hal yang membuat saya stres, marah, kehabisan tenaga, atau tidak bahagia.

Tetapi, saya ingat perkataan ini:

HAL-HAL YANG KITA BENCI SEBENARNYA MEMBERI TAHU KITA LEBIH BANYAK TENTANG HAL-HAL YANG KITA CINTAI.

Jika kita membenci ketidakadilan, mungkin itu berarti kita mencintai keadilan. Jika kita membenci orang yang berbohong, mungkin itu berarti kita menyukai keterbukaan dan kejujuran.

Jadi, ketika kita mengatakan bahwa kita membenci rutinitas dari pukul 9 pagi sampai 5 sore, misalnya, apa yang sebenarnya kita sukai?

Mungkin membenci rutinitas berarti kita mencintai spontanitas atau petualangan. Bagi beberapa orang, membenci rutinitas berarti mereka ingin memiliki variasi lebih dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Bagi yang lain, ini berarti mereka hanya butuh istirahat, liburan, berhenti sejenak, atau punya kesempatan agar bisa bekerja dari manapun di dunia. Atau punya keleluasaan beberapa hari dalam seminggu untuk bangun tidur lebih siang dari biasanya. Bagi orang lain, ini berarti mereka ingin memiliki pekerjaan yang berarti, atau pekerjaan yang menghadirkan tantangan baru.

>>> ARTIKEL TERKAIT: Merasa Kesulitan Mengambil Keputusan? Coba 3 Cara Ini.

Jadi, meskipun sepertinya kita 'membenci' hal yang sama, masing-masing kita bisa mengartikannya ke dalam rasa 'cinta' yang berbeda-beda.

Karena setiap orang berbeda, langkah selanjutnya adalah mengubah setiap kalimat dalam hate-list kita menjadi love-list.

Contohnya:

  • Saya benci terjebak dalam rutinitas >> Saya ingin memiliki fleksibilitas untuk bekerja dari manapun di dunia ini
  • Saya khawatir tentang kesehatan orang tua saya >> Saya suka jika melihat orang tua saya sehat
  • Saya marah pada diri sendiri karena saya merasa tidak produktif >> Saya suka perasaan lega setelah menyelesaikan proyek pribadi
  • Saya geram dengan orang-orang yang membatalkan janji pada detik-detik terakhir >> Saya suka meeting online saja, sehingga kalaupun batal, saya tidak membuang-buang waktu

Perhatikan bahwa daftar 'cinta' (love-list) adalah cara saya menerjemahkan hate-list yang saya buat. Mungkin, kalian akan menerjemahkannya secara berbeda, dan ini tak apa-apa. Jujur saja tentang apa yang sungguh-sungguh kita inginkan, sukai, atau cintai.

LANGKAH 3. UBAH LOVE-LIST MENJADI ACTION PLAN.

Kita semua bisa membuat rencana untuk masa depan: jika saya memiliki ini, saya bisa lebih bahagia. Jika saya bisa seperti itu, saya bisa menjadi lebih baik.

Membuat rencana masa depan itu baik (saya juga suka membuat rencana, kok!). Tapi, seringkali kita juga gemar membuat alasan. Saya tidak bisa melakukannya sekarang karena ini dan itu. Saya perlu untuk mendapatkan ini dulu, baru kemudian saya bisa menindaklanjuti rencana itu.

Kita semua tahu bagaimana akhirnya: rencana tinggal rencana.

Mengapa?

Seringkali, hal ini terjadi karena tindakan (action) yang perlu kita ambil terlalu besar. Bisa jadi, tindakan yang perlu kita ambil terlalu jauh dari situasi, kondisi, dan keterbatasan kita saat ini. Jadi, sekarang, saat melihat love-list saya, saya bertanya kepada diri sendiri: bagaimana saya bisa menghadirkan lebih banyak hal yang saya cintai ke dalam hidup saya, tidak peduli sesedikit apapun, dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi saya saat ini?

Contohnya:

  • Saya ingin memiliki fleksibilitas untuk bekerja dari manapun di dunia ini. Tentu saja, action plan yang ideal bisa jadi berhenti dari pekerjaan saya dan menjadi seorang freelancer. Tapi, ini keputusan yang terlampau besar dan berisiko. Tindakan terkecil yang bisa saya lakukan saat ini dengan situasi dan kondisi saya, mungkin >> mengerjakan proyek pribadi saya selama 3 jam di akhir pekan dari tempat yang menyenangkan dan menginspirasi saya. Ini adalah sesuatu yang saya tahu bisa saya lakukan, dan saya bisa berkomitmen melakukannya tanpa risiko tinggi.
  • Saya suka jika melihat orang tua saya sehat >> Masak sayuran untuk Ayah besok.
  • Saya suka perasaan lega setelah menyelesaikan proyek pribadi >> Buat puisi 6 baris dan upload ke Facebook malam ini.
  • Saya suka meeting online saja, sehingga kalaupun batal, saya tidak membuang-buang waktu >> Selalu berusaha meminta klien untuk mengubah meeting tatap muka menjadi meeting lewat Skype atau video call.

Saya rasa, kalian mengerti langkah-langkahnya dan bisa membayangkannya, ya?

Yang penting, tulis satu saja tindakan terkecil yang bisa kalian lakukan, sesegera mungkin, setiap harinya. Action plan kalian harus terlalu kecil dan terlalu gampang, sampai-sampai kita tidak bisa membuat alasan untuk TIDAK melakukannya. Jika kalian masih TIDAK melakukannya, perkecil lagi action plan kalian sampai nampak sangat sepele.

Tapi, tak ada yang sepele. Kata pepatah, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Tindakan sekecil apapun yang dilakukan setiap hari, lama-lama akan membawa perubahan besar. Jadi, mengapa tidak melakukan tindakan super kecil yang baik setiap hari--tindakan kecil yang akan mendekatkan kita pada hal-hal yang kita cintai, dan pada kehidupan yang kita impikan?

KEGELISAHAN-KEGELISAHAN SAYA.

Dalam kasus saya, setelah meninggalkan pekerjaan tetap di sebuah perusahaan beberapa tahun lalu dan menjadi pekerja lepas, saya terkejut mendapati diri saya merasa 'datar' dan tidak bahagia. Ini membingungkan. Bukankah menjadi pekerja lepas memberikan saya kondisi kerja yang ideal? Bisa bekerja dari mana saja, bekerja sama dengan klien yang saya sukai, mengerjakan proyek-proyek yang menginspirasi? Lalu, mengapa saya merasa gelisah?

Saat melakukan latihan 3 langkah di atas, saya menyadari bahwa saya khawatir karena saya tidak lagi memiliki penghasilan bulanan tetap. Saya gelisah karena merasa tidak yakin, tidak terlindungi, dan tidak aman. Saya merasa tidak nyaman memikirkan bagaimana jika saya sakit dan tidak dapat bekerja untuk sementara waktu, karena saya tidak lagi mendapatkan tunjangan asuransi kesehatan yang dulu diberikan perusahaan tempat saya bekerja.

Saya ingin merasa aman. Saya ingin merasa nyaman, terlindung, dan punya dukungan.

Beberapa tindakan terkecil yang saya lakukan pada bulan-bulan berikutnya:

  • Membeli asuransi kesehatan termurah yang mampu saya beli.
  • Mengucapkan "I am supported" 15x sebelum tidur setiap malam.
  • Punya satu hari "Dilarang Membeli Apapun" dalam seminggu, sehingga saya bisa menghemat lebih banyak.
  • Makan lebih banyak buah dan sayuran supaya lebih sehat.
  • Mengikuti latihan meditasi di YouTube supaya lebih rileks

dan lebih banyak hal-hal kecil lainnya mengikuti di bulan-bulan berikutnya

Membeli asuransi kesehatan termurah yang bisa saya beli adalah hal pertama yang saya lakukan setelah melakukan latihan di atas. Perasaan ketika saya pulang ke rumah dengan polis asuransi saya... luar biasa. Saya merasa sangat ringan dan bahagia, seolah beban di hati saya telah terangkat. Aneh. Hanya dengan melakukan satu tindakan sederhana ini, saya sudah langsung merasa lebih baik.

Apakah ini berarti saya lantas 100% aman dan terlindungi?

Tentu saja tidak.

Tapi, perasaan lega saat mengetahui bahwa saya telah melakukan sesuatu (tidak peduli seberapapun kecilnya) untuk semakin dekat dengan perasaan dan kehidupan yang saya cintai, cukup untuk mengurangi keresahan, kekhawatiran, dan kegelisahan saya secara drastis.

Saya harap, dengan melakukan latihan di atas, kalian juga bisa merasakan kelegaan itu. Selamat mencoba, ya!


Write for Us!

Kamu baru saja membaca artikel "3 Langkah Sederhana untuk Membantu Saat Kita Merasa Galau, Gundah, atau Gelisah.". Kamu punya cerita yang ingin dibagikan juga?

Tulis ceritamu di sini !


Bio

Hanny Kusumawati | @hannykusumawati

Managing Editor of Kamantara.ID. A published writer and blogger at www.beradadisini.com. Organises workshops & weekend getaways in creative/travel/mindful writing & creative living.

What do you think ?

Silahkan login untuk memberi komentar